Elena Rybakina Tembus Babak Ketiga US Open 2026

Smallest Font
Largest Font

Petenis Kazakhstan Elena Rybakina melangkah ke babak ketiga US Open 2026 usai mengalahkan wakil Spanyol Jessica Bouzas Maneiro dengan skor 6-2, 6-4 di New York, Kamis malam, 3 September 2026. Kemenangan ini mendekatkannya ke peringkat satu dunia WTA.

Rybakina mengonversi empat dari enam kesempatan break point dan mencatatkan 22 pukulan winner selama 1 jam 8 menit pertandingan. Hasil ini sekaligus memastikan seluruh 10 pemain unggulan teratas menembus babak ketiga ajang Grand Slam tersebut.

Petenis berusia 27 tahun tersebut membutuhkan tiga kemenangan lagi atau mencapai babak semifinal untuk mengunci posisi puncak klasemen WTA. Peluang tersebut terbuka setelah pengangkangan poin edisi 2025 membuat jarak poin dengan pesaing utamanya semakin menipis.

Federasi Tenis Kazakhstan memberikan penjelasan terkait perubahan poin pada sistem klasemen berjalan yang menguntungkan posisi Rybakina saat turnamen dimulai.

"Ini memungkinkan pemain Kazakhstan tersebut bergerak ke posisi pertama dalam peringkat live sebelum akhir turnamen tahun ini," kata Federasi Tenis Kazakhstan.

Lembaga tersebut menambahkan bahwa posisi tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring berjalannya kompetisi.

Kinerja Rybakina di New York mendapat sorotan setelah ia sempat mengundurkan diri pada perempat final Cincinnati Open akibat cedera pergelangan kaki kiri. Pengamat dan pelatih tenis Kazakhstan Artyom Ostapenko menilai Rybakina memiliki skenario kuat untuk menjadi nomor satu dunia.

"Skenario pertama, yang tidak bergantung pada hasil lain, adalah ia mencapai babak semifinal. Dalam kasus itu, ia akan menjadi pemain nomor satu dunia tanpa memedulikan performa pemain lain. Jika tidak mencapai semifinal, ia masih bisa menjadi nomor satu jika tiga pemain lain tidak memenangi US Open: Aryna Sabalenka serta pasangan Amerika Serikat Coco Gauff dan Jessica Pegula," ujar Artyom Ostapenko.

Meskipun menang dua set langsung pada babak pertama atas Thea Frodin, pergerakan fisik Rybakina sempat memicu kekhawatiran mantan juara US Open Andy Roddick.

“Itu aneh. Dia memukul bola dengan sangat baik. Seperti tidak bergerak untuk mengejar bola. Saya pikir dia cedera,” kata Andy Roddick.

Roddick menilai ada kecenderungan Rybakina menahan diri dalam melakukan manuver cepat di lapangan.

“Dia akan miring ke sudut-sudut dan tidak bergerak dengan cepat. Ada hal-hal kecil di mana dia seperti melindungi diri. Saya tidak tahu berada di mana kondisinya.

Dia memukul bola dengan sempurna. Servis dan pengembalian bolanya luar biasa. Mungkin dia merasa bebas karena dia tahu tidak bisa berlari jauh.

Hadiah terbesar yang bisa Anda berikan kepada pemain tenis adalah kejelasan. Bahkan jika dia cedera, dia tahu dia harus melakukan x, y, dan z untuk menang sama sekali. Namun, saya tidak berpikir dia sepenuhnya sehat.

Tampaknya ada pilihan sadar untuk tidak melakukan ledakan kecepatan. Satu-satunya kesempatan yang dia miliki, dan dia mengeksekusinya dengan sempurna, adalah pukulan bola. Jika di tengah lapangan, coba dan buat winner.

Servisnya meluncur besar,” tutur Andy Roddick.

Roddick beranggapan ambisi mengejar takhta tertinggi WTA menjadi alasan utama sang petenis tetap bertanding.

“Saya tidak berpikir dia akan memainkan turnamen ini jika dia berada di peringkat tujuh dunia. Dia menginginkan peringkat nomor satu itu dan memang seharusnya demikian,” ucap Andy Roddick.

Pada babak ketiga, juara Australia Open 2026 tersebut dijadwalkan bertanding melawan wakil Ukraina Yuliia Starodubtseva yang menyingkirkan unggulan ke-22 Maria Sakkari.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed