Alexander Zverev dan Elena Rybakina Tembus Final US Open 2026

Smallest Font
Largest Font

Petenis unggulan utama Alexander Zverev mengamankan tiket final tunggal putra US Open 2026 usai menundukkan Karen Khachanov lewat kemenangan straight set 6-3, 7-6 (9-7), dan 7-6 (8-6) di New York, Amerika Serikat.

Hasil tersebut membawa Zverev melangkah ke final Grand Slam ketiganya secara beruntun musim ini sekaligus menjaga peluang meraih gelar mayor keduanya pada 2026 setelah menjuarai Prancis Terbuka pada Juni lalu.

Zverev tampil dominan pada set pertama dengan memenangi 13 dari 15 poin servis pertamanya dan mengunci sembilan poin di area net sebelum mengamankan keunggulan 6-3 atas Khachanov.

Memasuki set kedua dan ketiga, Khachanov memberikan perlawanan sengit hingga memaksa dua kali tie-break. Namun, Zverev berhasil mengamankan dua kali set point pada set ketiga untuk memastikan kemenangan.

Kemenangan ini menjadi ajang pembuktian Zverev yang sempat tampil kurang maksimal pada dua laga awal turnamen hingga harus bermain lima set.

"Setelah babak kedua, sekitar pukul 03.00 pagi saya duduk bersama tim di kamar ganti dan kami tertawa melihat betapa buruknya permainan saya," kata Zverev dilansir dari BBC.

"Rasa humor itu membantu saya. Saya jelas telah sedikit berkembang, jika tidak, saya tidak akan berada di final US Open," ujar Zverev.

Di partai puncak yang dijadwalkan berlangsung Minggu, Zverev bakal menghadapi pemenang dari duel semifinal sesama wakil tuan rumah antara Ben Shelton dan Frances Tiafoe.

Laga antara Shelton dan Tiafoe turut menyedot perhatian publik di Arthur Ashe Stadium, termasuk dihadiri pemain New York Knicks Jalen Brunson bersama aktor Ben Stiller.

"Saya pikir pertandingan hari Minggu akan sangat spesial, kedua pemain ini adalah favorit penonton dan semua orang menyukai mereka," tutur Zverev.

"Malam ini bakal menjadi semifinal yang spektakuler dan saya tidak sabar untuk menontonnya. Semoga saya tidak membuat impian Amerika mereka terwujud," ucap Zverev.

Sementara di sektor tunggal putri, laga puncak ideal tercipta yang mempertemukan juara bertahan Aryna Sabalenka melawan calon ratu tenis dunia baru, Elena Rybakina.

Sabalenka memesan tempat di final setelah membungkam wakil tuan rumah Jessica Pegula dua set langsung 7-5, 6-2 dalam kurun waktu satu jam 20 menit pada Kamis malam waktu setempat.

Kemenangan ini memperpanjang rekor head-to-head Sabalenka atas Pegula menjadi 10-4 sekaligus menjadikannya wanita pertama di Open Era yang menembus delapan final Grand Slam lapangan keras secara beruntun.

"Saya sangat berhasrat menang. Saya sempat menelan kekalahan sulit dari Jess di lapangan rumput dan tampil kurang maksimal di pertengahan musim," kata Sabalenka dilansir dari Akurat.co.

"Mental saya saat ini cuma satu: saya siap melakukan apa saja untuk meraih kemenangan," ujar Sabalenka.

Performa impresif Sabalenka di lapangan turut menuai pujian dari Pegula usai laga semifinal tersebut.

"Jujur, dia bermain di level yang sangat tinggi malam ini. Saya tidak tahu siapa yang membuatnya marah hari ini, tapi performanya benar-benar gila," puji Pegula.

Selain ketangguhannya di lapangan, Sabalenka juga menarik perhatian publik lantaran mengenakan rangkaian perhiasan emas 18 karat bertabur batu permata seberat 127,14 karat rancangan Material Good yang terinspirasi dari Kota New York.

Di sisi lain, Elena Rybakina melangkah ke babak final usai menjegal langkah idola tuan rumah Coco Gauff lewat pertarungan tiga set 3-6, 6-4, dan 6-4 yang disaksikan langsung mantan Ibu Negara AS Michelle Obama.

Hasil tersebut memastikan Rybakina bakal mengudeta posisi Sabalenka di peringkat satu dunia WTA secara resmi setelah gelaran US Open 2026 berakhir.

Sebelumnya pada fase perempat final, empat unggulan teratas yakni Sabalenka, Rybakina, Pegula, dan Gauff harus berjuang keras melalui pertandingan tiga set untuk mengamankan tempat di semifinal.

"Ada pergulatan batin dalam diri saya. Namun, saya senang bisa menepis semua pikiran negatif, terus berjuang, dan sangat bahagia bisa melaju ke semifinal di sini. Peringkat satu itu saat ini hanyalah sekadar angka," tutur Rybakina dilansir dari JPNN.

"Tujuan saya, ya, memenangi setiap turnamen yang saya ikuti. Saya akan menjalaninya, pertandingan demi pertandingan," imbuh Rybakina.

Pertandingan final tunggal putri antara Aryna Sabalenka dan Elena Rybakina dijadwalkan berlangsung di Arthur Ashe Stadium pada Sabtu waktu setempat.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed