Fatur Korban Penganiayaan Pejompongan Terancam Gangguan Pendidikan
Fatur, siswa kelas 12 MA Jamiat Kheir, menjadi korban penganiayaan saat kericuhan di Pejompongan Raya pada Kamis (27/8/2026), yang mengancam kelanjutan pendidikannya.
Fatur diseret oleh sekelompok orang tak dikenal dari gang rumahnya dan dipukuli hingga mengalami luka-luka.
Guru sekaligus juru bicara keluarga Fatur, Fahmi, menegaskan bahwa Fatur tidak terlibat provokasi seperti yang beredar di media sosial.
"Masa yang kayak gitu provokator? Ini rumah sendiri gitu loh," ujar Fahmi kepada Kompas.com di rumah duka Bambang, korban tewas kericuhan Pejompongan.
Fahmi menyatakan tuduhan Fatur membawa senjata tajam dan menjadi provokator adalah disinformasi yang sengaja diembuskan untuk memutarbalikkan fakta.
"Di media sosial itu ditulis 'ini anak ikut-ikutan bawa celurit', itu buzzer sudah jelas. Terus tiba-tiba dibilang juga sudah meninggal, astagfirullahaladzim," tambah Fahmi.
Fatur mengalami penganiayaan di dalam gang permukiman tempat tinggalnya sendiri setelah sekelompok orang tak dikenal menerobos masuk.
"Dia tertimpa motor, akhirnya kepegang dua orang besar-besar kiri-kanan, langsung dibawa ke tengah jalanan. Yang jelas Fatur sendiri sudah mengakui, asli yang dirasakan, tidak ada giring opini," kata Fahmi.
Fahmi juga mengungkapkan kekhawatiran keluarga dan sekolah terhadap gangguan pendidikan yang dialami Fatur akibat penganiayaan tersebut.
"Anak ini sudah kelas 12 dan harusnya fokus persiapan ujian, termasuk Tes Kemampuan Akademik (TKA). Karena luka-luka akibat penganiayaan ini, agendanya jadi tertunda," ujarnya.
Keluarga telah mengurus surat pengantar visum di Polsek Tanah Abang dan menunggu hasil visum dari Rumah Sakit Tarakan untuk melengkapi laporan resmi ke kepolisian.
Fahmi mempertanyakan alasan aparat membiarkan orang tak dikenal masuk ke gang permukiman yang kemudian menyerang Fatur.
"Sebenarnya kan yang jadi masalah, kenapa aparat membiarkan orang tidak dikenal bisa masuk ke gang?" ujar Fahmi.
Fatur mengaku saat kejadian berada di dalam gang rumahnya dan sempat menjelaskan kepada para pelaku bahwa dirinya warga setempat, tetapi tetap dibawa keluar dan dipukuli.
"Setelah itu mendorong saya sampai jatuh, mereka masuk ke sini dan menarik saya. Narik saya," ungkap Fatur saat ditemui Kompas.com.
Setelah dibawa keluar dari gang, Fatur mendapat pemukulan dan intimidasi di kawasan DPR/MPR RI, serta dipaksa mengakui sebagai provokator kericuhan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow