Fenomena Unik Mata Naga Muncul di Naka Cave Thailand Usai Hujan
Kemunculan fenomena alam unik kembali terlihat di Taman Nasional Phu Langka, Thailand. Cekungan batu yang tergenang air hujan tampak memancarkan pantulan mirip mata raksasa ketika terpapar cahaya Matahari. Fenomena yang disebut Naga's Eye atau Mata Naga ini berada di kawasan Naka Cave.
Seperti dilansir dari Detik iNET, fenomena visual tersebut kembali muncul seiring masuknya musim hujan. Secara geologi, bentuk menyerupai mata ini muncul akibat kombinasi cekungan batu pasir, genangan air, serta sudut datang sinar Matahari. Tidak ada unsur mistis atau makhluk raksasa di dalam batuan tersebut.
Erosi dalam jangka panjang mengikis permukaan batu pasir hingga membentuk kolam alami. Departemen Taman Nasional, Satwa Liar dan Konservasi Tumbuhan Thailand mencatat kedalaman kolam ini mencapai 1,5 hingga 2 meter.
Air hujan yang mengendap mampu bertahan hampir sepanjang tahun. Saat permukaan air tenang dan tersinar Matahari dari sudut tertentu, pantulan langit menciptakan visual yang menyerupai iris serta pupil mata.
Keterkaitan dengan Legenda Naka Cave
Sebutan Mata Naga melekat kuat karena lokasi cekungan berada di kawasan Naka Cave. Wilayah ini terkenal dengan formasi batu pasir bergaya retakan alami yang menyerupai sisik ular raksasa.
Perubahan suhu ekstrem antara siang dan malam memicu proses pemuaian serta penyusutan batuan secara berulang. Retakan tersebut kemudian diperbesar oleh kikisan air selama kurun waktu yang sangat panjang.
Bentuk batuan yang menyerupai bagian tubuh naga sering dikaitkan masyarakat setempat dengan mitologi ular raksasa. Keberadaan naga sendiri memiliki posisi penting dalam kebudayaan masyarakat Thailand dan Asia Tenggara.
Waktu Terbaik Merekam Efek Visual
Efek pantulan cahaya pada cekungan tidak selalu terlihat konstan setiap waktu. Kehadiran air menjadi elemen vital karena berfungsi layaknya cermin yang memantulkan pola visual secara kontras. Tampilan Mata Naga paling terlihat jelas pada rentang bulan Mei hingga Oktober saat curah hujan tinggi. Setelah Oktober, volume air menyusut dan guguran daun kerap menutupi pantulan cahaya.
Selain faktor air, posisi sudut Matahari dan titik pandang pengamat amat menentukan. Kombinasi sederhana dari proses alam ini kini menjadi salah satu daya tarik utama wisatawan di Phu Langka. Pengunjung yang datang menikmati perubahan lanskap hijau Naka Cave diimbau untuk tetap menjaga kelestarian alam. Pengelola melarang keras tindakan menyentuh, mencoret, atau merusak permukaan formasi batuan purba tersebut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow