Mengenal Siklus Hidup dan Pembentukan Pulau Vulkanik Bawah Laut

Smallest Font
Largest Font

Pembentukan daratan di tengah samudra tidak selalu bersifat permanen, melainkan dapat lahir dari aktivitas gunung berapi di dasar laut. Proses vulkanik yang berlangsung terus-menerus mendorong magma keluar hingga membentuk daratan yang menembus permukaan air, seperti dilansir dari Detikcom.

Aktivitas vulkanik di bawah permukaan laut ini didorong oleh magma yang naik ke mantel bumi melalui titik panas atau hotspot. Tercatat ada lebih dari 100.000 gunung bawah laut di seluruh dunia dengan ketinggian melebihi 1.000 meter dari dasar laut.

Kepulauan Hawaii menjadi salah satu bukti nyata dari fenomena geologi ini. Salah satu penyangga utamanya adalah Gunung Mauna Kea, yang memiliki total ketinggian mencapai lebih dari 10.000 meter jika diukur langsung dari dasar laut.

Siklus hidup daratan ini tidak berhenti setelah muncul ke permukaan. Terangan angin, curahan hujan, serta gempuran gelombang laut secara konstan mengikis batuan keras di tebing pulau hingga memicu terjadinya erosi.

Proses erosi yang berlangsung selama ribuan hingga jutaan tahun ini perlahan mengikis ketinggian pulau. Akibatnya, puncak gunung yang awalnya tinggi dan terjal berubah menjadi permukaan yang relatif rata.

Seiring berjalannya waktu, pulau vulkanik berpotensi kembali tenggelam menjadi gunung bawah laut berpuncak datar. Fenomena ini dipicu oleh pendinginan dan penyusutan kerak samudera saat lempeng bergerak menjauhi hotspot, sebuah proses yang dikenal sebagai subsidence.

Selain keberadaan pulau vulkanik dan gunung bawah laut, dasar samudra juga memiliki berbagai bentang alam lain yang khas. Menurut International Hydrographic Organization (IHO), wilayah dasar laut terbagi menjadi beberapa zona dengan karakteristik unik.

Dataran abisal merupakan kawasan terhampar luas yang relatif datar di kedalaman 3.000 hingga 6.000 meter di bawah permukaan laut. Di atas dataran ini, terdapat bukit abisal berupa gundukan kecil dengan tinggi beberapa ratus meter dan lebar kurang dari 100 meter.

Selain itu, terdapat palung samudera yang menjadi celah atau titik terdalam di muka bumi. Sebagai pembanding, Palung Mariana membentang sedalam 11.034 meter di bawah permukaan laut, jauh melebihi ketinggian Gunung Everest yang berada di angka 8.848 meter di atas permukaan laut.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed