FORMS HK dan Chainlink Meluncurkan Kerangka Sekuritas Token
Integrasi siklus hidup sekuritas tokenisasi dalam satu sistem resmi dihadirkan oleh FORMS HK bersama Chainlink dan mitra konsorsium melalui Tokenized Securities Framework (TSF) di Hong Kong pada 5 Agustus 2026.
Kerangka kerja ini memanfaatkan standar ERC-3643 yang menanamkan kontrol kepatuhan secara langsung pada lapisan token. Mekanisme tersebut memastikan seluruh aturan kelayakan investor melekat otomatis sejak proses penerbitan, distribusi, hingga penyelesaian sekuritas token.
Pengembangan sistem TSF melibat lima entitas dengan pembagian peran strategis. FORMS HK menangani integrasi sistem perbankan, sementara Apex Group memimpin layanan tokenisasi dan administrasi aset digital.
Akses investor berlisensi diatur oleh CSpro, sedangkan Blockchain Valley@Cyberport menyediakan ekosistem inovasi. Chainlink berperan menyalurkan infrastruktur oracle, protokol interoperabilitas lintas rantai (CCIP), serta Automated Compliance Engine (ACE) untuk verifikasi identitas dan pengelolaan kepatuhan.
Langkah kolaboratif ini berjalan seiring dengan penguatan regulasi di Hong Kong. Otoritas Sekuritas dan Berjangka (SFC) telah memperluas aturan sejak 2023 hingga 2026 yang mengizinkan perdagangan produk token di luar jam pasar tradisional. Pasar mencatat 13 produk token publik senilai 10,7 miliar dolar AS dan penerbitan obligasi pemerintah token senilai 2 miliar dolar AS hingga Maret 2026.
Integrasi teknologi ini menjadi fokus utama dalam perancangan arsitektur keuangan modern di kawasan tersebut.
"Mendorong aset digital berarti mengintegrasikan dengan sistem keuangan yang sudah ada," ujar Alex Chan, CEO FORMS HK.
Aspek fondasi pasar modal menjadi landasan utama yang disoroti oleh mitra kerja sama lainnya.
"Kepercayaan adalah dasar dari pasar modal," ujar Samson Lee, CEO CSpro.
Sektor pengelolaan dana digital juga menyambut baik hadirnya infrastruktur tokenisasi yang teregulasi.
"Teknologi tokenisasi yang terbukti dipadukan dengan layanan transfer digital dan manajemen dana memberikan fondasi kuat," ujar Vince Turcotte, Direktur Apex Digital APAC.
Keandalan data dan keterhubungan antarjaringan menjadi poin vital yang dihadirkan oleh teknologi Chainlink.
"Kerangka ini menggabungkan data yang android, interoperabilitas, dan kepatuhan lintas yurisdiksi," ujar Niki Ariyasinghe, VP Asia Pasifik dan Timur Tengah Chainlink Labs.
Penerapan praktis dari infrastruktur tersebut sebelumnya telah diuji coba pada proyek keuangan pemerintah setempat.
"Kami telah menjalankan teknologi ini dalam proyek e-HKD+ yang memungkinkan pertukaran aset digital secara aman," ujar Niki Ariyasinghe, VP Asia Pasifik dan Timur Tengah Chainlink Labs.
Peran ekosistem pendukung turut ditegaskan sebagai tempat berhimpunnya para pelaku industri keuangan masa depan.
"Blockchain Valley@Cyberport adalah titik pertemuan bagi perusahaan Web3, fintech, dan institusi keuangan," ujar Barry Chan, perwakilan Blockchain Valley@Cyberport.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow