Mengenal 4 Gangguan Mental pada Lansia dan Cara Menjaganya

Smallest Font
Largest Font

Memasuki masa tua membawa perubahan nyata pada kondisi fisik sekaligus kesehatan jiwa dan emosional seseorang. Perubahan perilaku atau suasana hati pada kelompok usia lanjut kerap dianggap fenomena biasa, padahal kondisi tersebut bisa menjadi penanda gangguan mental yang memerlukan penanganan medis spesifik.

Dilansir dari Detik Health, depresi menjadi salah satu masalah kesehatan jiwa yang paling sering ditemui pada kelompok usia tua. Kendati demikian, beberapa masalah kesehatan mental lain seperti gangguan kecemasan, gangguan makan, hingga skizofrenia turut mengintai para lansia.

Depresi merupakan gangguan mental serius yang memicu gangguan fatal pada aktivitas harian. Lansia yang mengidap penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, dan kanker memiliki risiko lebih tinggi terserang kondisi ini.

Gejala depresi pada kelompok usia lanjut mencakup perasaan sedih atau hampa, mudah putus asa, kecemasan, serta kehilangan minat pada aktivitas favorit. Pengidapnya juga kerap mengeluhkan gangguan tidur, perubahan nafsu makan, penurunan konsentrasi, hingga rasa nyeri tubuh, kram perut, dan gangguan pencernaan. Penanganan depresi umumnya menggunakan kombinasi obat Selective Serotonin Reuptake Inhibitors (SSRIs) atau Serotonin and Norepinephrine Reuptake Inhibitors (SNRIs) bersama psikoterapi.

Selain depresi, gangguan kecemasan atau anxiety juga memengaruhi sekitar 8 persen lansia. Berbeda dari rasa cemas biasa, kondisi ini memicu ketakutan berlebihan secara terus-menerus. Gejalanya meliputi kegelisahan, emosi tidak stabil, jantung berdebar, sesak napas, tremor, insomnia, hingga masalah pencernaan. Antidepresan umumnya menjadi pilihan pengobatan utama untuk meredakan gejalanya.

Masalah lainnya adalah gangguan makan yang sering dipicu oleh peristiwa bertekanan tinggi seperti kehilangan pasangan atau rasa kesepian. Gejalanya terlihat dari kebiasaan melewatkan waktu makan, menerapkan pola makan sangat ketat tanpa petunjuk medis, hingga menghindari acara sosial yang melibatkan makanan. Penanganannya melibatkan Cognitive Behavioral Therapy (CBT), konseling gizi, serta obat-obatan spesifik.

Skizofrenia juga tercatat mengalami peningkatan kasus pada kelompok lanjut usia. Gangguan ini memengaruhi pola pikir, perasaan, dan perilaku yang ditandai dengan delusi, halusinasi, serta ucapan tidak teratur. Pengidapnya kerap menunjukkan perilaku motorik tidak biasa dan mengalami penurunan kemampuan merawat diri. Penanganan skizofrenia dilakukan melalui kombinasi terapi bicara dan konsumsi obat-obatan.

Langkah Menjaga Kesehatan Mental di Usia Lanjut

Kesejahteraan mental para lansia dapat ditingkatkan melalui pola hidup teratur sehari-hari. Mengonsumsi makanan bergizi seimbang dari kelompok protein, sayuran, susu, buah, dan biji-bijian menjadi langkah awal yang sangat penting.

Kebutuhan tidur lansia tetap sama seperti usia muda, yaitu sekitar 7 hingga 9 jam setiap malam. Selain itu, berolahraga secara rutin seperti berjalan kaki, berenang, atau bersepeda sangat dianjurkan. Meluangkan waktu berkumpul bersama keluarga serta menjalankan hobi yang menenangkan turut membantu menjaga kestabilan emosional di usia tua.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed