Ganjar Pranowo Tegaskan PDIP Tetap Menjadi Penyeimbang Pemerintah
Ketua DPP PDI Perjuangan Ganjar Pranowo merespons pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait arah politik partai pada Jumat (24/7/2026). Ganjar menegaskan bahwa kesamaan cita-cita kebangsaan tidak berarti PDIP harus bergabung dalam koalisi pemerintahan Prabowo-Gibran.
Sikap politik tersebut disampaikan Ganjar untuk merespons pidato Prabowo pada acara Harlah ke-28 PKB di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (23/7/2026) malam, yang meyakini PDIP memiliki hati yang sama dengan pemerintah.
Ganjar menilai keberadaan partai di luar koalisi sangat krusial demi menjaga keberlangsungan demokrasi dan fungsi pengawasan kekuasaan.
"Kami sependapat bahwa seluruh kekuatan politik memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga bangsa dan menjalankan amanat UUD 1945 dan menjalankan seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku sesuai sumpah jabatan. Dalam pengertian itulah, tentu semangat kebangsaan kita sama. Namun, kesamaan cita-cita tidak berarti semua partai harus berada dalam satu barisan pemerintahan," kata Ganjar Pranowo, Ketua DPP PDIP.
Ia menambahkan bahwa pembagian peran dalam sistem demokrasi dibutuhkan agar kekuasaan tetap terkontrol dengan baik.
"Justru dalam sistem demokrasi, pembagian peran antara pemerintah dan kekuatan penyeimbang merupakan mekanisme yang sehat agar checks and balances berjalan dan kekuasaan tidak kehilangan kontrol, sehingga tidak menuju pada kekuasaan mutlak," ujar Ganjar Pranowo, Ketua DPP PDIP.
Meskipun berada di luar pemerintahan, Ganjar memastikan organisasinya tetap menghormati kepemimpinan Presiden Prabowo yang memegang mandat rakyat.
"Karena itu, posisi PDI Perjuangan hari ini sudah jelas. Kami menghormati Presiden sebagai kepala pemerintahan yang memperoleh mandat rakyat, tetapi kami juga akan menjalankan fungsi kontrol secara konsisten," ujar Ganjar Pranowo, Ketua DPP PDIP.
Fungsi kontrol tersebut akan diwujudkan dalam bentuk kritik konstruktif terhadap berbagai kebijakan publik.
"Kritik yang kami sampaikan bukan untuk menjatuhkan pemerintah, melainkan untuk menjaga agar kebijakan tetap berada dalam koridor konstitusi dan berpihak kepada rakyat. Soal dinamika politik ke depan, biarlah waktu yang menjawab," ujar Ganjar Pranowo, Ketua DPP PDIP.
Ia juga menegaskan bahwa arah politik PDIP tidak terpengaruh oleh penawaran jabatan.
"Yang pasti, sikap politik PDI Perjuangan tidak ditentukan oleh rayuan kekuasaan atau jabatan, melainkan oleh kepentingan rakyat dan komitmen menjaga demokrasi," kata Ganjar Pranowo, Ketua DPP PDIP.
Senada dengan Ganjar, Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus membenarkan adanya kesamaan pandangan antara PDIP dan pemerintah dalam program kemasyarakatan, seperti penanganan gizi buruk dan kedaulatan pangan.
"Misalnya, sejak lama PDI Perjuangan dan Ibu Megawati selalu bersuara dan memperjuangkan pemberantasan gizi buruk (stunting) pada anak dan ibu hamil. PDI Perjuangan juga sangat peduli dengan isu pendidikan, ekonomi kerakyatan, penanggulangan kemiskinan, pembangunan pedesaan? Kedaulatan pangan, pemberdayaan nelayan/pesisir serta banyak lainnya," ujar Deddy Sitorus, Ketua DPP PDIP.
Kendati demikian, masukan terhadap program vital pemerintah dinilai akan lebih efektif jika disampaikan dari luar kabinet.
"Oleh karena isu-isu itu semua sangat vital, PDI Perjuangan merasa perlu untuk terus memberikan saran dan pikiran untuk memastikan berbagai program yang ada bisa berjalan dengan baik, efisien dan efektif. Dan posisi terbaik dalam mendukung berbagai program tersebut hanya akan efektif jika PDI Perjuangan berdiri di luar pemerintahan sebagai kekuatan penyeimbang," ujar Deddy Sitorus, Ketua DPP PDIP.
Deddy menekankan bahwa menjadi penyeimbang merupakan tanggung jawab sejarah partai dalam menyikapi setiap kebijakan secara objektif.
"Bagi kami dalam situasi seperti ini menjadi kekuatan penyeimbang adalah posisi yang merupakan sebuah tanggung jawab sejarah. Terhadap semua kebijakan dan program yang baik kami akan selalu bersama Pemerintah. Tetapi terhadap hal-hal yang berbeda kami akan selalu mengingatkan dan menyampaikan kritik," kata Deddy Sitorus, Ketua DPP PDIP.
Pernyataan dari jajaran pengurus PDIP ini muncul setelah Prabowo Subianto menyinggung hubungan antarpartai politik dalam pidatonya.
"Jadi saudara-saudara, bersaing itu baik. Bertanding itu baik. Kadang-kadang kita berpisah, nggak masalah. Nanti juga bergabung lagi," kata Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.
Prabowo sempat meyakini bahwa pada dasarnya PDIP memiliki kesamaan hati dengan koalisi pemerintahannya.
"PDIP juga sebetulnya hatinya sama dengan kita, benar, coba cek, digali hatinya. Sebetulnya sama," kata Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow