Gedung Putih Peluncuran Situs Game Bertema Isu Deportasi Migran
Gedung Putih merilis sebuah situs web baru yang berisi jajaran mini game unik bertema penangkapan dan deportasi migran hingga perburuan aset kripto memecoin pada Senin (7/9/2026). Peluncuran game parodi tersebut dilaporkan memicu gelombang kritik dari kelompok hak asasi manusia (HAM) dan netizen di media sosial.
Situs tersebut menghadirkan lima judul game adaptasi mekanisme populer, seperti Flappy Bill, Build the Wall: Zombie Siege, Rio Run, Supply Line, serta Trump Savings Tycoon. Selain itu, dilansir dari Detik iNET, pengembang berencana mempublikasikan satu judul game tambahan di platform tersebut dalam waktu dekat.
Setiap game mengusung konsep permainan klasik yang dimodifikasi sesuai narasi politik. Permainan Rio Run mengadopsi mekanisme Snake untuk mengumpulkan warga tanpa dokumen agar dideportasi, sementara Build the Wall menyajikan variasi Tetris guna menghadang alien di perbatasan.
Promosi situs disebarkan melalui media sosial menggunakan animasi parodi dari konsol populer. Langkah tersebut dipublikasikan di tengah masifnya program penangkapan serta deportasi terhadap migran tanpa dokumen resmi di wilayah Amerika Serikat.
Pihak Gedung Putih memberikan tanggapan resmi mengenai tujuan pembuatan platform permainan berbasis parodi tersebut.
"Ini merupakan upaya untuk semakin mempertegas perbedaan antara budaya yang penuh kegembiraan dan kemenangan dengan visi sosialis kelam yang diusung Partai Demokrat bagi Amerika," sebut Gedung Putih.
Perwakilan pemerintah mengklaim bahwa inisiatif ini dirancang sebagai sarana inovasi komunikasi untuk menyampaikan berbagai pencapaian kepemimpinan Presiden kepada seluruh lapisan warga Amerika.
Reaksi penolakan mengalir deras di platform media sosial X dari pengguna yang mengkritik alokasi anggaran dan materi permainan.
"Pemerintahan ini pantas mendapatkan semua ketidakpopuleran yang dimilikinya. Kalian semua menjijikkan. Satu-satunya hal yang menghiburku adalah mengetahui bahwa setiap dari kalian akan terbakar di neraka.
Kalian sampah masyarakat. Kalian parasit," tulis @jiu***.
Sejumlah warganet menyuarakan keprihatinan terkait pemanfaatan dana pajak publik untuk pengembangan proyek game arkade tersebut.
"Ah, jadi ke sinilah uang pembayar pajak AS mengalir," ujar @mea***.
Kritik lain menyoroti dugaan pelanggaran norma kekayaan intelektual dalam animasi promosi yang digunakan Gedung Putih.
"Pengejekan terhadap industri game dan hak kekayaan intelektual yang didanai oleh pembayar pajak," sambung @jan***.
Kekecewaan juga dilayangkan oleh pengguna yang menganggap pemerintah mengabaikan berbagai isu mendesak di dalam negeri.
"Ya, Gedung Putih. Aku benar-benar akan menghabiskan hariku bermain game AI murahan sementara kalian duduk santai dan tidak melakukan apa pun tentang Epstein, melegalkan pornografi anak, dan melibatkan kita dalam perang tanpa akhir untuk Israel. Ya. Kedengarannya seperti rencana yang bagus," kata @Tit***.
Sentimen negatif turut disampaikan pengikut yang merasa kebijakan hiburan yang diberikan tidak sejalan dengan janji politik sebelumnya.
"Rakyat Amerika: Kami menginginkan deportasi massal. Trump: Yang terbaik yang bisa saya lakukan adalah menyediakan permainan arkade untuk kalian mainkan," ucap @b-c***.
Beberapa pengguna media sosial bahkan mengekspresikan penyesalan atas dukungan politik yang pernah mereka berikan.
"Aku sungguh tak percaya aku memilih pengkhianat ini 3 kali...," imbuh @BIG***.
Protes mengenai alokasi dana publik terus bergulir di kolom komentar unggahan promosi platform tersebut.
"Kamu buang-buang pajakku untuk omong kosong ini?," tulis @AiP***.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow