Gempa NTT M77 Timbulkan 68 Korban Jiwa dan Kerusakan

Smallest Font
Largest Font

Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat sebanyak 68 orang meninggal dunia dan 213 warga luka-luka akibat bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Nusa Tenggara Timur pada Minggu, 15 Agustus 2026.

Dampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur tersebut menarik perhatian internasional hingga pimpinan negara sahabat menyampaikan simpati mendalam atas musibah yang melanda daerah tersebut.

Presiden China Xi Jinping menyampaikan belasungkawa untuk korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Melalui laporan media resmi Xinhuanet pada Selasa, Xi Jinping menyampaikan rasa duka atas jatuhnya korban jiwa serta kerugian harta benda yang cukup serius akibat guncangan gempa tersebut. Pihaknya meyakini pemulihan dapat berjalan cepat.

Xi yakin Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto akan dapat mengatasi bencana ini.

Dukungan moril tersebut disampaikan seiring dengan langkah penanganan darurat yang terus dioptimalkan oleh pihak berwenang Indonesia di seluruh wilayah terisolasi.

XI percaya Indonesia dapat membangun kembali infrastruktur dan ekonomi dengan cepat.

Berdasarkan data resmi BNPB pada Senin sore, total 68 korban meninggal tersebar di tujuh kabupaten, mencakup Kabupaten Manggarai sebanyak 26 jiwa, Manggarai Timur 24 jiwa, Nagekeo 8 jiwa, Sikka 4 jiwa, Ende 2 jiwa, Manggarai Barat 2 jiwa, dan Ngada 2 jiwa.

"68 jiwa yang meninggal," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan, Senin (17/8).

Proses pencarian terus dipastikan oleh tim penyelamat meski laporan warga hilang sudah tidak ada di lokasi bencana.

"Tim dari Basarnas masih siaga di tujuh kabupaten terdampak. Hingga saat ini, 17 Agustus, sudah tidak ada laporan warga yang hilang di wilayah terdampak. Namun demikian, tim Basarnas tetap melakukan upaya pencarian dan menerjunkan personel secara optimal di daerah-daerah terdampak," kata Berton.

Fasilitas penanganan medis darurat juga disiapkan guna menampung para korban luka yang membutuhkan tindakan cepat.

"Kemenkes sudah mengirimkan dua unit rumah sakit lapangan ke Ruteng, Kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Nagekeo. Diharapkan rumah sakit ini dapat segera melayani warga yang menjadi korban gempa bumi dan membutuhkan evakuasi," ucap Berton.

"Data yang kami peroleh hingga saat ini (korban jiwa) sebanyak 68 jiwa," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin.

Selain penanganan medis, Pos Pendamping Nasional melaporkan pemulihan infrastruktur dasar seperti kelistrikan dan telekomunikasi berjalan cepat. Jaringan kelistrikan UP3 Flores Bagian Timur dan Barat telah pulih hampir 100 persen, sementara jaringan Telkomsel di sebagian besar area terdampak telah beroperasi normal di atas 90 persen.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed