Pemerintah Mobilisasi Logistik dan Jembatan Pasca Gempa NTT

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah mempercepat penanganan infrastruktur jalan dan penyaluran bantuan bagi korban terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur sejak 15 Agustus 2026. Penanganan terfokus pada pembersihan material longsor di jalur lintas Flores serta pendistribusian bantuan logistik ke kawasan terisolasi.

Dampak bencana mencatatkan satu warga meninggal dunia dan 148 rumah rusak di Kecamatan Kuwus, Manggarai Barat. Wilayah tersebut melaporkan 101 unit rumah rusak berat, 12 rusak sedang, 35 rusak ringan, serta lebih dari 1.100 warga terpaksa mengungsi.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyisir titik pengungsian di Dusun Coal dan Dusun Dahang untuk memastikan pasokan kebutuhan dasar. Penyaluran logistik dipusatkan melalui pos pendukung di Labuan Bajo dan Maumere guna menjangkau pengungsi mandiri.

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari menyampaikan bahwa pihaknya langsung meninjau lapangan setelah menerima laporan dari pemerintah daerah setempat.

"Kami saat ini langsung ke lokasi dan melihat langsung kondisi masyarakat dari laporan camat tadi sudah ada bantuan pangan dan tentu saja ini akan terus kita tindak lanjuti," ujar Abdul Muhari, Deputi Bidang Pencegahan BNPB.

Akses menuju lokasi pengungsian membutuhkan waktu tempuh sekitar 3,5 jam dari Labuan Bajo dengan medan yang tergolong sulit.

"Ini akan jadi atensi kita tentu saja karena jarak dari Labuan Bajo ke sini ditempuh sekitar 3,5 jam dan akses jalan cukup sulit sehingga tentu saja kita akan pastikan masyarakat terdampak di sini menerima bantuan pangan dan kebutuhan sandang, kebutuhan dasar permakanan dan non-permakanan kita pastikan terpenuhi di sini," kata Abdul Muhari, Deputi Bidang Pencegahan BNPB.

Banyaknya warga yang memilih tinggal di tenda darurat tidak hanya dipicu kerusakan bangunan, tetapi juga trauma atas rentetan gempa susulan.

"Tantangan kita memang di titik-titik dimana masyarakat mengungsi secara mandiri dan ini tidak semuanya juga masyarakat yang mendirikan tenda di sekitar rumah, itu rumahnya rusak, tapi ada faktor-faktor psikologi trauma dan guncangan gempa susulan yang masih terus berjalan sampai sekarang," tutur Abdul Muhari, Deputi Bidang Pencegahan BNPB.

Pendataan terhadap kerusakan infrastruktur fisik serta pemenuhan bahan pangan bagi kelompok rentan terus berjalan secara paralel.

"Nah ini menjadi perhatian kita, tentu saja selain pendataan bangunan yang rusak terus kita lakukan tetapi masyarakat yang masih mengungsi karena kita lihat banyak anak-anak, banyak ibu-ibu, banyak lansia juga yang akan kita pastikan selama nanti masih ada pengungsi-pengungsi mandiri ini kita sekali lagi kita pastikan kebutuhan makanan dan permakanan terpenuhi," jelas Abdul Muhari, Deputi Bidang Pencegahan BNPB.

Di sektor pemulihan jalur darat, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional NTT menyiagakan personel serta alat berat di titik rawan longsor guna memastikan konektivitas transportasi publik tidak terputus.

Kepala Seksi Preservasi BPJN NTT Rofinus Ngilo mengonfirmasi upaya pembersihan badan jalan nasional yang terdampak bencana tersebut.

"Sejak kejadian gempa bumi tanggal 15 Agustus 2026 sampai dengan saat ini, kami terus melakukan penanganan sementara dan pembersihan jalan nasional jalur lintas Flores agar tetap fungsional," kata Rofinus Ngilo, Kepala Seksi Preservasi BPJN NTT.

Kesiapsiagaan penuh diterapkan mengingat potensi kerusakan baru masih sangat tinggi akibat guncangan susulan.

"Untuk menganticipasi adanya titik-titik baru kerusakan akibat gempa susulan, kami tetap menyiapkan peralatan dan personel untuk standby pada titik-titik longsor maupun lokasi yang dianggap rawan," ujar Rofinus Ngilo, Kepala Seksi Preservasi BPJN NTT.

Pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi jembatan di sepanjang jalur lintas Flores saat ini sedang ditangani oleh tim tim satgas kementerian.

"Pemeriksaan terhadap jembatan yang terdampak masih dilakukan oleh tim Satgas Kementerian PU. Ini untuk memastikan kondisi dan menentukan langkah penanganan yang diperlukan," tutur Rofinus Ngilo, Kepala Seksi Preservasi BPJN NTT.

Guna mengantisipasi darurat infrastruktur, pasokan rangka jembatan Bailey mulai didatangkan dari Sulawesi Selatan, Jawa Timur-Bali, dan Nusa Tenggara Barat.

"Kami mendapat dukungan persediaan rangka jembatan Bailey dari balai-balai jalan terkait. Saat ini sedang dalam proses mobilisasi ke NTT sebagai bagian dari kesiapsiagaan apabila dibutuhkan untuk penanganan kondisi darurat," jelas Rofinus Ngilo, Kepala Seksi Preservasi BPJN NTT.

Langkah pemantauan intensif dilakukan secara kontinu agar seluruh akses transportasi distribusi bantuan tetap dapat dilalui kendaraan logistik.

"Kami terus melakukan pemantauan dan penanganan di lapangan. Karena gempa susulan masih terjadi, kerusakan baru terus berpotensi muncul sehingga kesiapsiagaan personel dan peralatan tetap dilakukan," kata Rofinus Ngilo, Kepala Seksi Preservasi BPJN NTT.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed