BNPB Catat 3.752 Gempa Susulan Guncang NTT Pascabencana Utama

Smallest Font
Largest Font

Sebanyak 3.752 gempa susulan mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur hingga Kamis (20/8/2026) sore pascadilanda gempa utama bermagnitudo 7,7. Bencana ini telah mengakibatkan 72 orang meninggal dunia dan puluhan ribu bangunan mengalami kerusakan.

Pemerintah Provinsi NTT menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari terhitung sejak 15 hingga 28 Agustus 2026. Selain korban jiwa, data BNPB mencatat 900 orang luka-luka dan 82.691 warga terpaksa mengungsi.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming mendatangi lokasi pengungsian di SD Inpres LXXVI Wairklau, Kabupaten Sikka. Dalam kunjungan tersebut, pemerintah menyalurkan perlengkapan bayi, buku, serta bahan pangan untuk memulihkan kondisi anak-anak terdampak.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat frekuensi gempa susulan masih terus terjadi di seluruh wilayah Flores dan sekitarnya.

"Hingga hari ini, Kamis 20 Agustus 2026, itu pada pukul 16.00 WIB, total jumlah gempa susulan sudah mencapai 3.752," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Suar Pelita Panjaitan.

Getaran gempa skala besar maupun kecil terus dirasakan warga di daerah terdampak sejak pagi hari.

"Gempa ini terus dirasakan baik yang besar maupun kecil, dan kami sendiri dari pagi hari merasakan gempa susulan yang sangat besar. Pada pukul 10.47 menit waktu setempat, kami merasakan gempa berkekuatan 5,7 magnitudo," ujar Berton Suar Pelita Panjaitan.

Masyarakat diminta untuk memeriksa kelaikan bangunan sebelum memutuskan untuk beraktivitas kembali di dalam ruangan.

"Dengan masih banyaknya gempa susulan dan tergolong besar, masyarakat dihimbau untuk tetap waspada dan tetap siap siaga. Bagi bagi warga di daerah terdampak, perlu dipastikan kondisi bangunan apabila akan memasuki bangunan tersebut," kata Berton Suar Pelita Panjaitan.

Proses verifikasi lapangan menunjukkan penambahan jumlah hunian warga yang mengalami kerusakan fisik.

"Rumah yang rusak menurut data kami, kami perbaharui data-data kami ini menjadi 36.163 unit. Bertambah di catatan kami karena pendataan yang semakin akurat ada 7.187 unit," ujar Berton Suar Pelita Panjaitan.

Penyaluran logistik bencana terus dikirimkan guna menopang pasokan kebutuhan di posko pengungsian.

"Kami menyampaikan bahwa per tanggal 19 Agustus 2026, logistik yang dikirimkan sebesar 167 ton. Dan hari ini kami juga sudah berhasil mengirimkan 42 ton untuk donasi dan 60 ton untuk dari dana DSP, sehingga total hari ini yang bisa dikirim mencapai 102 ton," kata Berton Suar Pelita Panjaitan.

Kepala BNPB Letjen Suharyanto menegaskan potensi guncangan susulan diprakirakan masih berlangsung dalam beberapa pekan mendatang.

"Jangan panik, tetapi tetap waspada. Selama 2-3 minggu ke depan menurut B MKG gempa susulan itu mungkin masih terjadi. Tetapi gempa-gempa itu tidak sebesar gempa utama.

Bahkan jika ada isu akan terjadi tsunami menurut BMKG itu tidak mungkin. Ini menurut riset ilmu pengetahuan," ujar Kepala BNPB Letjen Suharyanto.

Guncangan susulan bermagnitudo 6,0 di Kabupaten Manggarai menewaskan seorang warga bernama Servolus Jebarus akibat kepanikan yang memicu serangan jantung.

"Tadi terdengar teriakan warga saat gempa pertama dan terjadi kepanikan di dalam rumah. Korban kemudian jatuh lemas," kata Hiro, kerabat korban.

Tim penyelamat berhasil mengevakuasi Paulina Pobi, nenek berusia 84 tahun yang bertahan hidup selama empat hari di bawah reruntuhan.

"Dia tinggal sendiri di kebun yang agak jauh dari permukiman penduduk. Kami bersyukur dia bisa selamat," ujar Maria Lorika, warga Desa Nitunglea.

Tenaga medis di RSUD Aeramo terpaksa menangani proses persalinan di tenda darurat setelah fasilitas kesehatan rusak parah.

"Semua peralatan rusak, gedung sudah tidak layak digunakan, dan listrik padam sehingga proses persalinan harus dilakukan di tenda darurat," kata dokter Pramita Sari.

Langkah penanganan darurat para dokter mendapat apresiasi dari para pasien yang berhasil melahirkan dengan selamat.

"Semua orang berpikir untuk menyelamatkan diri, tetapi para bidan dan dokter tetap bersama kami karena kami masih membutuhkan bantuan mereka," ujar Maria Florida Nogo Kelen, pasien persalinan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed