Gempa NTT Tembus 87 Jiwa Meninggal dan 53 Ribu Rumah Rusak
Dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur sejak Sabtu (15/8/2026) terus meluas hingga mencatatkan 87 korban jiwa dan kerusakan pada 53.971 unit rumah per Sabtu (22/8/2026).
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa dari total rumah yang rusak di tujuh kabupaten terdampak, sebanyak 19.006 unit masuk kategori rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat kerusakan terbanyak mencapai 17.039 rumah, disusul Kabupaten Manggarai Barat sebanyak 9.402 rumah, dan Kabupaten Ngada sebanyak 8.129 rumah. Sementara itu, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 rumah rusak, Kabupaten Nagekeo 4.829 rumah, Kabupaten Ende 3.953 rumah, serta Kabupaten Sikka 3.574 rumah.
Proses pendataan verifikasi dan validasi data By Name By Address (BNBA) terus dilakukan BNPB secara paralel dengan masa tanggap darurat guna menentukan alokasi hunian sementara dan dana tunggu hunian. Selain dampak material, gempa susulan yang terjadi sebanyak 5.012 kali menyebabkan angka pengungsian melonjak hingga 150.576 jiwa. Total korban luka-luka mencapai 1.298 orang, dengan 336 di antaranya menderita luka berat, di mana kasus terbanyak terkonsentrasi di Kabupaten Manggarai Timur dan Manggarai.
"Pada hari ini, secara kumulatif jumlah yang meninggal ada 87 jiwa," ujar Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers di Jakarta.
Ia menuturkan bahwa penanganan medis terus difokuskan pada wilayah-wilayah dengan angka korban luka tertinggi pascagejala susulan.
"Jumlah orang-orang yang luka atau korban yang luka ada mencapai 1.298 jiwa, di mana yang luka berat sebanyak 336. Kabupaten Manggarai Timur dengan total 643 jiwa, ini merupakan luka yang terbanyak. Kemudian diikuti Kabupaten Manggarai sebanyak 285 jiwa," tutur Berton Panjaitan.
Guna merespons frekuensi gempa susulan yang masih dirasakan warga hingga lebih dari seratus kali, BNPB mengonfirmasi rentang magnitudo aktivitas seismik tersebut.
"Hingga saat ini gempa susulan masih sering terjadi dan hari ini kami mendapatkan jumlah gempa susulan sebanyak 5.012 kali. Magnitudo terbesar adalah 6,2 sedangkan yang terkecil adalah 1,1. Gempa susulan yang dirasakan warga sebanyak 124 kali," ucap Berton Panjaitan.
Di tingkat daerah, penanganan darurat dan penyaluran logistik terus digencarkan. Pemerintah Kabupaten Ngada bersama Polres Ngada telah menyalurkan 90 paket sembako darurat, 90 papan telur, 90 dos mi instan, serta 180 botol minyak goreng ke sembilan desa di Kecamatan So'a melalui para kepala desa setempat.
"Dalam situasi pascabencana seperti ini, masyarakat tidak boleh merasa sendiri. Polri bersama pemerintah daerah akan terus hadir, bersinergi dan memberikan dukungan sesuai kemampuan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat serta mempercepat proses pemulihan," ujar Kapolres Ngada AKBP Gede Harimbawa.
Pendataan kerusakan rumah secara menyeluruh ditargetkan rampung setelah bimbingan teknis verifikasi data oleh BNPB kepada pemerintah daerah diselenggarakan pada Selasa (25/8/2026).
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow