Harga Nikel Dunia Turun ke Level 18988 USD per Ton Akibat Profit Taking

Smallest Font
Largest Font

Harga kontrak berjangka nikel dunia bergerak turun tipis ke level 18.988,13 USD per ton pada perdagangan Rabu, 27 Mei 2026. Penurunan ini didorong oleh aksi ambil untung atau profit-taking dari para pelaku pasar setelah komoditas logam tersebut sempat mengalami pemulihan harga cukup signifikan pada hari sebelumnya.

Berdasarkan data perdagangan komoditas dari Trading Economics pada Rabu (27/5/2026), harga nikel hari ini mencatatkan penurunan sebesar 0,12 persen dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya. Kemunduran ini terjadi tepat setelah harga nikel sempat rebound ke angka 19.010 USD per ton pada Selasa (26/5/2026) dengan kenaikan harian mencapai 1,77 persen.

Meskipun mengalami koreksi harian, performa harga komoditas ini dinilai masih cukup tangguh karena berhasil bertahan di atas level psikologis 19.000 USD per ton dalam beberapa hari terakhir. Tren ini sekaligus menjauhkan nikel dari level terendah empat minggu terakhirnya di angka 18.555 USD per ton yang sempat tersentuh pada 18 Mei 2026 lalu.

Secara umum, pergerakan nilai komoditas tambang ini dalam jangka pendek masih menunjukkan performa yang fluktuatif akibat dinamika pasokan. Dalam akumulasi satu bulan terakhir, harga nikel dunia tercatat telah mengalami penurunan sebesar 2,27 persen akibat berkurangnya biaya produksi di beberapa lini industri pengolahan.

Namun jika ditarik dalam garis waktu yang lebih panjang, nilai tukar komoditas global ini justru menunjukkan penguatan yang sangat signifikan. Dibandingkan dengan posisi pada periode yang sama di tahun lalu, harga nikel saat ini tercatat masih jauh lebih tinggi dengan akumulasi kenaikan mencapai 25,79 persen.

Untuk memberikan gambaran mengenai volatilitas dan riwayat nilai komoditas ini di pasar internasional, berikut adalah rincian performa historis dan spesifikasi perdagangan nikel yang dihimpun dari London Metal Exchange (LME) dan Trading Economics:

Tabel Performa Harga Nikel dan Spesifikasi Perdagangan
Parameter PasarNilai / Keterangan
Harga Terkini (27 Mei 2026)18.988,13 USD / Ton
Perubahan Harian-0,12%
Perubahan Bulanan-2,27%
Perubahan Tahunan+25,79%
Rekor Tertinggi Historis (Mei 2007)54.050,00 USD / MT
Rekor Terendah Historis (1993-2026)3.730,50 USD / MT
Ukuran Kontrak Standar LME6 Ton

Faktor Pemeliharaan Weda Bay dan Suplai Global

Penurunan tipis harga nikel global belakangan ini ikut dipengaruhi oleh kabar operasional dari wilayah sentra produksi utama. Berdasarkan laporan berkala dari Shanghai Metals Market, sekitar 10 persen hingga 15 persen kapasitas nikel pig besi (Nickel Pig Iron/NPI) berkualitas tinggi di Taman Industri Weda Bay dijadwalkan akan menjalani pemeliharaan rotasi dalam beberapa bulan mendatang.

Kondisi pemeliharaan fasilitas hilirisasi tersebut secara langsung memicu penyesuaian volume pasokan di pasar fisik global. Pelaku industri pun mulai mengantisipasi potensi pengetatan suplai jangka pendek, yang menjadi alasan kuat kenapa harga nikel turun tidak terlalu dalam dan cenderung tertahan di kisaran 18.900 USD per ton.

Dinamika operasional di Indonesia ini selalu menjadi sorotan utama bagi para pelaku pasar komoditas internasional. Hal tersebut dikarenakan posisi strategis Indonesia yang saat ini menyandang status sebagai produsen nikel terbesar di dunia dengan kontribusi yang sangat dominan.

Hingga saat ini, Indonesia tercatat memproduksi lebih dari setengah atau di atas 50 persen dari total output nikel global untuk kebutuhan ekspor maupun industri manufaktur luar negeri. Peran dominan ini membuat setiap kebijakan domestik maupun kendala operasional di tanah air langsung berdampak pada penentuan harga komoditas logam global.

Ulasan pasar: Emas, Tembaga, Saham, Uranium, Nikel | 19 Mei 2026 | CNBC Indonesia

Perbandingan dengan Krisis Historis LME

Jika membandingkan pergerakan harga saat ini dengan catatan sejarah, fluktuasi yang terjadi pada pertengahan tahun 2026 ini tergolong jauh lebih stabil dibandingkan beberapa tahun lalu. Pasar nikel global tercatat pernah mengalami volatilitas yang sangat ekstrem akibat ketegangan geopolitik dan aksi short squeeze masif di bursa komoditas.

Berdasarkan data historis dari Bloomberg dan Investing, pada krisis komoditas yang terjadi di bulan Maret 2022, pergerakan harga komoditas ini sempat mengalami guncangan hebat dalam hitungan hari. Sebagai contoh, pada Senin, 21 Maret 2022, harga nikel di LME tercatat ambles hingga 15 persen dalam satu hari ke level US$ 31.380 per ton dari harga penutupan akhir pekan sebelumnya yang berada di angka US$ 36.915 per ton.

Stabilisasi harga yang berada di kisaran angka 18.900 USD per ton pada akhir Mei 2026 ini menunjukkan bahwa pasar perlahan mulai menemukan titik keseimbangan baru. Faktor biaya produksi yang lebih terukur serta transparansi rantai pasok global turut menjadi peredam volatilitas yang efektif di bursa perdagangan internasional.

Para pelaku industri manufaktur, khususnya sektor baterai kendaraan listrik dan produsen baja tahan karat (stainless steel), kini terus memantau pergerakan harga komoditas ini secara harian untuk menentukan strategi lindung nilai (hedging). Faktor makroekonomi seperti indeks dolar Amerika Serikat dan kebijakan suku bunga global juga diperkirakan tetap menjadi katalis utama bagi pergerakan harga nikel dalam sisa kuartal kedua tahun ini.

Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.

Aktivitas perdagangan di London Metal Exchange menjelang penutupan sesi pekan ini masih menunjukkan volume transaksi yang tinggi dari para pialang komoditas. Konsolidasi harga di atas level 18.900 USD per ton ini diprediksi akan terus diuji seiring dengan realisasi pemeliharaan fasilitas pemurnian di Asia Tenggara pada bulan depan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed