Harga Nikel LME Bangkit ke Level 18901 USD per Ton
Harga nikel berjangka di Bursa Logam London atau LME kembali bergerak naik hingga melewati level 18.800 USD per ton pada perdagangan Kamis (28/5/2026). Pemulihan ini terjadi setelah komoditas logam tersebut sempat menyentuh level terendah dalam empat minggu terakhir.
Berdasarkan data pasar LME pada 28 Mei 2026, komoditas nikel kini berada di angka 18.901,38 USD per ton. Angka ini menunjukkan kenaikan tipis sebesar 0,06 persen dibandingkan dengan perdagangan hari sebelumnya.
Pada perdagangan Rabu (27/5/2026), harga nikel ditutup di angka 18.890 USD per ton. Saat itu, nilai komoditas tambang ini sempat mengalami penurunan sebesar 0,63 persen sebelum akhirnya berbalik arah dan menguat pada hari ini.
Meskipun menunjukkan tren pemulihan dalam beberapa hari terakhir, performa harga nikel dalam jangka pendek masih mencatatkan rapor merah. Dalam satu bulan terakhir, harga nikel dunia tercatat telah mengalami penurunan antara 1,79 persen hingga 2,78 persen.
Namun, jika menarik garis perbandingan dengan kondisi tahun lalu, performa nikel hari ini sebenarnya masih jauh lebih baik. Nilai nikel saat ini tercatat 22,78 persen hingga 25,14 persen lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.
Pihak bursa menetapkan aturan ketat dalam perdagangan komoditas ini di pasar internasional. Sesuai regulasi, berat standar untuk satu kontrak berjangka nikel di Bursa Logam London (LME) ditetapkan sebesar 6 ton.
Jika menilik sejarah perdagangan, harga nikel pernah mencapai rekor tertinggi sepanjang masa pada bulan Mei tahun 2007 silam. Kala itu, harga nikel meroket hingga menyentuh angka 54.050,00 USD per metrik ton.
Sebaliknya, catatan sejarah dari tahun 1993 hingga tahun 2026 memperlihatkan tingkat volatilitas komoditas ini yang sangat tinggi. Harga terendah nikel dalam sejarah pasar modern pernah berada di angka 3.730,50 USD per metrik ton.
Berikut adalah perbandingan pergerakan harga nikel berjangka dalam beberapa hari terakhir berdasarkan data pasar global:
| Tanggal Referensi | Harga (USD/Ton) | Perubahan Harian |
|---|---|---|
| 27 Mei 2026 | 18.890,00 | -0,63% |
| 28 Mei 2026 | 18.901,38 | +0,06% |
Faktor Pemeliharaan Pabrik di Indonesia Jadi Pemicu
Kenaikan harga nikel global akhir-akhir ini tidak terlepas dari situasi operasional industri di Asia Tenggara. Pengetatan pasokan terjadi seiring adanya rencana perawatan fasilitas pemurnian di salah satu kawasan industri utama.
Menurut data komparatif dari Shanghai Metals Market, sekitar 10 persen hingga 15 persen kapasitas produksi nikel pig besi atau nickel pig iron (NPI) berkualitas tinggi di Taman Industri Weda Bay akan menjalani pemeliharaan rotasi dalam beberapa bulan ke depan.
Rencana pemeliharaan berkala ini langsung memicu reaksi pasar karena dapat mengurangi volume pasokan jangka pendek. Para pelaku pasar mengantisipasi penurunan output tersebut dengan melakukan aksi beli di bursa berjangka.
Indonesia sendiri memegang peranan yang sangat vital dalam menentukan arah pergerakan harga komoditas ini. Pasalnya, Indonesia adalah negara penghasil nikel terbesar di dunia yang menguasai peta pasokan global.
Saat ini, Indonesia memproduksi lebih dari setengah atau di atas 50 persen dari total output nikel global. Dominasi produksi dalam negeri ini juga didukung secara masif oleh investasi signifikan dari korporasi China.
Mengingat posisinya yang strategis, gangguan kecil pada operasional tambang atau smelter di tanah air akan langsung berdampak pada fluktuasi harga komoditas dunia secara instan.
Peta Produsen Global dan Pemanfaatan Komoditas
Meskipun Indonesia mendominasi pasar, pasokan global juga disokong oleh sejumlah negara lain. Kerja sama dan persaingan antar-negara ini turut membentuk dinamika harga dan pergeseran rantai pasok dari waktu ke waktu.
Daftar negara produsen nikel terbesar di dunia saat ini meliputi:
- Indonesia
- Filipina
- Rusia
- Kaledonia Baru
- Australia
- Kanada
- Brasil
- China
- Kuba
Secara industri, nikel digunakan untuk membuat apa saja telah menjadi dasar tingginya permintaan pasar global. Komoditas ini merupakan bahan baku utama dalam pembuatan baja tahan karat atau stainless steel yang digunakan pada alat rumah tangga hingga konstruksi.
Selain untuk baja, permintaan nikel di masa depan diproyeksikan akan terus tumbuh seiring masifnya industri kendaraan listrik. Logam ini merupakan komponen kritikal dalam pembuatan baterai kendaraan masa depan.
Kombinasi antara pengurangan pasokan akibat pemeliharaan pabrik dan tingginya kebutuhan industri manufaktur membuat harga nikel diprediksi tetap fluktuatif namun cenderung stabil di level tinggi.
Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.
Hingga saat ini, aktivitas penutupan posisi kontrak di bursa LME masih terus berjalan dinamis. Para pelaku industri manufaktur di berbagai belahan dunia terus memantau realisasi pemeliharaan smelter di Weda Bay untuk menentukan strategi pengadaan bahan baku mereka pada kuartal berikutnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow