Harga Nikel Jatuh ke Level Terendah Dua Bulan di Kisaran 17700 USD per Ton

Smallest Font
Largest Font

Harga nikel dunia mengalami penurunan tajam hingga menyentuh level terendah dalam hampir dua bulan terakhir pada perdagangan yang terpantau Sabtu (13/6/2026). Komoditas logam mentah ini sekarang diperdagangkan di kisaran 17.700 USD per metrik ton akibat sentimen pengetatan kuota produksi.

Berdasarkan data pasar terbaru, pergerakan komoditas ini merosot dari level tertinggi sebelumnya yang sempat bertengger di atas 19.220 USD per ton. Penurunan ini didorong oleh dinamika regulasi dan kuota penambangan di Indonesia.

Pada penutupan pasar akhir pekan tanggal 12 Juni 2026, harga nikel jatuh ke angka 17.790 USD per ton atau turun sebesar 0,03 persen dari hari sebelumnya. Dalam sebulan terakhir, harga nikel secara akumulatif telah menyusut sebanyak 7,17 persen.

Meskipun mengalami tren penurunan bulanan, kontrak berjangka nikel untuk masa tiga bulan ke depan di bursa London Metal Exchange (LME) sempat menunjukkan dinamika teknis pada Jumat pagi. Kontrak tersebut tumbuh tipis 0,85 persen ke level US$ 17.830 per ton.

Selama satu minggu terakhir, pertumbuhan nikel mencatatkan angka minus 6,21 persen dengan rata-rata nilai transaksi harian berada di level US$ 18.165 per ton. Nilai pasar saat ini juga menunjukkan koreksi sebesar 8,56 persen jika dibandingkan dengan posisi 30 hari yang lalu.

Penurunan harga ini menjauhkan nikel dari rekor tertinggi tahun 2026 yang sempat menyentuh angka US$ 19.675 per ton. Adapun harga rata-rata bulanan tertinggi untuk komoditas nikel sepanjang tahun ini tercatat pada bulan Mei 2026, yakni sebesar US$ 19,01 ribu per ton.

Jika ditarik dalam linimasa yang lebih panjang, pergerakan harga nikel periode Juni 2026 ini sebenarnya masih 17,74 persen lebih tinggi dibandingkan posisi pada periode yang sama setahun lalu. Nikel juga sempat menyentuh harga 18.306 USD per ton yang menjadi batas bawah sebelum penurunan berlanjut minggu ini.

Badai Sempurna bagi Nikel, Guncangan Pasokan Timur Tengah dan Prospek Logam Baterai bersama Analis | CNBC Indonesia

Sentimen Pemangkasan Kuota Produksi di Indonesia

Faktor utama yang menggerakkan volatilitas harga ini adalah kebijakan kuota penambangan di sektor domestik. Salah satu produsen utama, Weda Bay Nickel, dilaporkan harus menghentikan sementara produksi bijih nikel mereka tahun ini.

Langkah penghentian sementara tersebut terpaksa diambil setelah perusahaan menghabiskan kuota penambangan tahun 2026 yang telah dikurangi oleh otoritas terkait. Weda Bay Nickel hanya menerima izin awal produksi sebesar 12 juta ton metrik basah untuk tahun ini.

Jumlah kuota baru tersebut mengalami penurunan yang sangat drastis jika dibandingkan dengan realisasi produksi pada tahun 2025 yang mampu mencapai 42 juta ton. Kebijakan pengurangan ini langsung memicu penyesuaian operasional di lapangan.

Dampak Transisi Industri Sejak Tahun Lalu

Pengetatan di sektor hulu penambangan ini melanjutkan rangkaian efisiensi industri yang sudah terjadi sejak awal tahun lalu. Beberapa raksasa smelter tercatat melakukan langkah serupa demi menjaga kestabilan operasional perusahaan.

Sebagai catatan historis, Tsingshan Holding Group telah menghentikan sementara produksi smelter nikel mereka di Indonesia per Mei 2025. Langkah taktis ini kemudian diikuti oleh pelaku industri lain di wilayah Indonesia Timur.

Pada Februari 2025, PT Gunbuster Nickel Industry (PT GNI) yang beroperasi di Morowali Utara juga memangkas volume produksi mereka. Pihak manajemen melakukan pemangkasan tersebut karena perusahaan sedang memasuki masa transisi.

Perbandingan Data Historis Harga Nikel

Kondisi pasar saat ini jauh berbeda jika dibandingkan dengan performa komoditas pada awal tahun lalu. Berdasarkan laporan S&P Global, pada awal tahun 2025 harga nikel dibuka pada nilai US$ 15.078 per metrik ton yang merupakan titik terendah sejak tahun 2020.

Sepanjang tahun 2024, harga rata-rata nikel bertengger di angka US$ 15.328 per metrik ton, atau mengalami penurunan sebesar 7,7 persen dari tahun sebelumnya. Dalam sejarah perdagangan komoditas, rekor tertinggi sepanjang masa nikel pernah mencapai 54.050,00 USD per metrik ton pada Mei 2007, sedangkan harga terendah dalam rentang data 1993–2026 berada di level 3.730,50 USD per metrik ton.

Berikut adalah tabel ringkasan pergerakan harga nikel harian, bulanan, hingga rekor tertinggi berdasarkan data kuotasi pasar komoditas global:

Data Pergerakan Harga Komoditas Nikel Global 2026
Parameter PasarNilai Komoditas (USD/Ton)Persentase Perubahan
Penutupan 12 Juni 202617.790-0,03%
Kontrak Berjangka 3 Bulan (LME)17.830+0,85%
Perubahan 1 Bulan Terakhir-7,17%
Perubahan 1 Tahun Terakhir+17,74%
Harga Tertinggi Tahun 202619.675
Rekor Tertinggi Sepanjang Masa (Mei 2007)54.050

Dinamika harga nikel ke depan masih akan sangat bergantung pada evaluasi kuota penambangan dan pemulihan aktivitas smelter pengolahan di Indonesia serta permintaan pasar global.

Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed