Harga Nikel LME Melonjak ke US$17.110 per Ton Dipicu Kenaikan Biaya Produksi HPAL

Smallest Font
Largest Font

Harga nikel hari ini terpantau melonjak di bursa London Metal Exchange (LME) seiring meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap lonjakan biaya produksi global. Pada perdagangan Jumat, 17 Juli 2026, harga komoditas nikel terus menunjukkan tren penguatan setelah sebelumnya ditutup naik signifikan pada sesi perdagangan Kamis kemarin.

Berdasarkan data perdagangan LME, kontrak harga nikel hari ini untuk pengiriman tiga bulan menguat sebesar 1,8 persen hingga menyentuh level US$17.110 per metrik ton. Sebelumnya, pergerakan harga bahkan sempat menyentuh level tertinggi dalam tiga pekan terakhir di angka US$17.330 per metrik ton sebelum mengalami sedikit koreksi teknis.

Kenaikan harga logam industri ini didorong oleh faktor eksternal, khususnya lonjakan harga sulfur global yang menjadi bahan baku penting dalam pengolahan bijih nikel kadar rendah. Tekanan biaya operasional smelter ini menjadi penyebab harga nikel naik di pasar internasional dalam beberapa waktu terakhir.

Kenaikan harga nikel erat kaitannya dengan volatilitas harga sulfur dunia. Untuk diketahui, industri pengolahan nikel di beberapa negara produsen utama sangat bergantung pada pasokan sulfur eksternal untuk menjalankan operasionalnya secara efisien.

Ketergantungan Pasokan Sulfur Global

Indonesia sebagai produsen nikel terbesar di dunia memenuhi sekitar 75 persen kebutuhan sulfurnya dari kawasan Timur Tengah. Ketika jalur pasokan global mengalami hambatan atau terjadi peningkatan permintaan sulfur, harga bahan kimia ini meroket tajam di pasar internasional.

Dampak terhadap Pengolahan Metode HPAL

Kenaikan harga sulfur berdampak langsung pada operasional pabrik pengolahan nikel. Lonjakan harga sulfur tersebut menambah beban biaya produksi nikel dengan metode High Pressure Acid Leach atau apa itu proses hpal nikel sekitar US$10.000 per ton, sehingga memicu produsen untuk menyesuaikan harga jual ke pasar.

Perbandingan Harga Logam Dasar di LME

Selain nikel, sejumlah komoditas logam dasar lainnya di bursa LME juga menunjukkan pergerakan yang variatif pada akhir pekan ini. Pergerakan harga nikel hari ini diikuti oleh penguatan beberapa jenis logam industri utama lainnya.

Berikut adalah rincian perkembangan harga logam dasar di bursa LME berdasarkan rilis data terbaru:

Daftar Perkembangan Harga Logam Dasar LME per Juli 2026
Jenis Komoditas LogamHarga per Metrik Ton (US$)Persentase Perubahan (%)
Tembaga13.599+0,1%
Aluminium3.178+0,9%
Seng3.579+0,9%
Timbal1.871,50+1,1%
Timah53.305+1,3%
Nikel17.110+1,8%

Kenaikan tembaga dibatasi oleh adanya pembatalan waran untuk sekitar 18.150 ton tembaga di gudang LME, sementara timah mencatatkan kenaikan tertinggi kedua setelah komoditas nikel.

Harga Nikel Menguat di Tengah Rencana Indonesia Pangkas Pasokan | CNBC Indonesia

Kebijakan Domestik dan Prospek Saham Nikel Indonesia 2026

Pengaruh rkab terhadap harga nikel juga menjadi perhatian serius para pelaku pasar domestik maupun mancanegara. Langkah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam membatasi kuota produksi dinilai memberikan dampak psikologis yang cukup kuat terhadap peta pasokan nikel global.

Kementerian ESDM telah memangkas kuota produksi bijih nikel dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) menjadi berkisar antara 260 juta hingga 270 juta ton. Angka kuota produksi tersebut mengalami penurunan yang cukup signifikan dari jumlah kuota yang disetujui pada tahun 2025 yang sempat mencapai 379 juta ton.

Meskipun terjadi pengurangan kuota dari pemerintah, analisis dari Indef Green Transition Initiative (GTI) menyatakan bahwa pemangkasan kuota RKAB ini sebenarnya hanya mengurangi pasokan nikel primer global sebesar 4 persen secara riil, bukan memotong hingga 30 persen pasokan bijih dunia seperti kekhawatiran awal pasar.

Dinamika kebijakan regulasi domestik serta pergerakan biaya produksi luar negeri ini turut membentuk tren pasar ke depan. Hasil riset BMI yang merupakan unit usaha Fitch Solutions Company meramalkan adanya perbaikan prospek harga dengan merevisi naik proyeksi harga nikel 2026 menjadi rata-rata US$17.000 per ton dari proyeksi awal sebesar US$16.600 per ton.

Harga rata-rata logam nikel sepanjang periode Januari hingga awal Juli 2026 tercatat berada di level US$17.862 per ton. Sebagai perbandingan historis, harga komoditas ini sempat menyentuh level tertingginya tahun ini di angka US$19.642 per ton pada 5 Mei 2026, sebelum mengalami tekanan hingga turun ke titik US$16.250 per ton pada awal Juli kemarin.

Dengan harga yang diprediksi bertahan stabil di atas level US$17.000 per ton pasca-keputusan kuota dari pemerintah, prospek saham nikel indonesia 2026 diperkirakan masih memiliki ruang pertumbuhan yang positif sejalan dengan berjalannya hilirisasi komoditas mineral di dalam negeri.

Informasi ini bukan saran investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Konsultasikan dengan penasihat keuangan berlisensi sebelum mengambil keputusan investasi di pasar saham atau komoditas.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed