Harga Saham BBRI Naik ke Rp3.080 pada Pembukaan Perdagangan 22 Juli 2026
Harga saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dibuka menguat 10 poin atau 0,33 persen ke posisi Rp3.080 per lembar saham pada sesi pertama perdagangan Rabu, 22 Juli 2026. Kenaikan harga saham bank berpelat merah ini terjadi di tengah pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melaju di zona hijau.
Sebelumnya, pada penutupan perdagangan Selasa, 21 Juli 2026, saham BBRI menguat 1,66 persen dan ditutup pada level Rp3.070 per lembar. Saat ini, total nilai kapitalisasi pasar (market cap) emiten perbankan tersebut mencapai Rp460 triliun.
Penguatan saham BBRI turut didorong oleh peningkatkan rekomendasi investasi dari lembaga keuangan global JPMorgan. JPMorgan menaikkan peringkat saham BBRI menjadi overweight (OW) dengan target harga sebesar Rp3.400 per lembar saham.
JPMorgan menilai perbaikan kualitas pengelolaan kredit mikro menjadi salah satu pemicu utama perbaikan fundamental perseroan. Jumlah debitur mikro yang ditangani oleh setiap petugas penagih (mantri) tercatat menurun dari 528 debitur pada 2022 menjadi 456 debitur, sehingga pengawasan dan penagihan kredit menjadi lebih efektif.
Riset JPMorgan memperkirakan harga saham BBRI dapat mengalami reli dalam satu bulan ke depan seiring berkurangnya risiko pemburukan kualitas aset. Selain itu, program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah-Putih diproyeksikan menopang arus kas nasabah mikro.
Founder Republik Investor Hendra Wardana menyatakan bahwa peningkatan rekomendasi dari investor institusi global memberikan sentimen positif bagi pasar modal domestik. Hal ini menunjukkan mulai pulihnya kepercayaan terhadap valuasi emiten Indonesia setelah sempat mengalami koreksi.
"Memang, dua hari pembelian bersih belum dapat dijadikan bukti bahwa tren telah sepenuhnya berbalik. Namun, kondisi ini layak menjadi perhatian karena dalam banyak siklus pasar sebelumnya, perubahan tren arus dana asing umumnya diawali oleh akumulasi bertahap sebelum berkembang menjadi pembelian dalam skala yang lebih besar," kata Hendra Wardana, Founder Republik Investor.
Di sisi lain, investor asing di Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai mencatatkan transaksi beli bersih (net buy) sebesar Rp725 miliar pada Jumat, 17 Juli 2026, dan berlanjut sebesar Rp156 miliar pada Senin, 20 Juli 2026. Meskipun demikian, akumulasi transaksi investor asing sepanjang tahun 2026 masih mencatatkan jual bersih (net sell) sekitar Rp90 triliun.
KB Valbury Sekuritas turut mempertahankan rekomendasi beli untuk saham BBRI dengan target harga sebesar Rp4.010 per lembar berdasarkan metode Gordon Growth Model (GGM). Valuasi harga saham BBRI saat ini dinilai relatif murah, diperdagangkan pada rasio Price-to-Book (P/B) 1,2 kali untuk proyeksi 2026.
Selain potensi apresiasi harga, BBRI diproyeksikan memberikan imbal hasil dividen (dividend yield) yang signifikan bagi pemegang saham. Rasio kecukupan modal (CAR) yang tebal di angka 22,7 persen memungkinkan perseroan mempertahankan rasio pembayaran dividen hingga 92,6 persen, dengan proyeksi yield dividen mencapai 11,3 persen pada 2026 dan meningkat hingga 13,2 persen pada 2028.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow