Hindari Menyimpan Minyak Goreng Dekat Kompor untuk Jaga Kualitas
Menempatkan botol minyak goreng di sebelah kompor memang praktis, namun kebiasaan ini dapat mempercepat penurunan kualitas minyak. Panas dari kompor merupakan faktor utama yang menyebabkan kerusakan pada minyak goreng.
Minyak goreng memang dirancang tahan suhu tinggi saat memasak, tapi paparan panas secara terus-menerus di dekat kompor mempercepat proses oksidasi. Oksidasi adalah reaksi kimia antara lemak dalam minyak dengan oksigen yang menyebabkan hilangnya nutrisi dan munculnya aroma serta rasa tengik.
Cahaya, terutama jika minyak disimpan dalam botol kaca bening atau kemasan transparan di rak terbuka, juga memperparah kualitas minyak. Sinar matahari dan cahaya dapur dapat merusak lemak tak jenuh dalam minyak, sehingga beberapa minyak premium dikemas dalam botol kaca berwarna gelap untuk melindungi kandungannya.
Selain itu, oksigen yang masuk setiap kali tutup botol dibuka mempercepat kerusakan minyak. Minyak yang dibiarkan dalam botol separuh penuh dan sering dibuka-tutup akan lebih cepat kehilangan kesegarannya.
Cara mudah mengenali minyak goreng yang sudah rusak adalah dengan mencium aromanya. Minyak segar berbau netral, sedangkan minyak yang sudah rusak akan menimbulkan aroma apek, tengik, mirip jamur, atau seperti cat.
Warna minyak yang tampak jernih belum tentu menandakan minyak masih baik. Minyak bisa saja sudah mengalami oksidasi dan rasanya menjadi pahit saat dipakai menggoreng.
Untuk menjaga kualitas minyak, sebaiknya simpan botol minyak goreng di tempat yang sejuk, gelap, dan kering seperti di dalam lemari dapur atau pantry. Pastikan tutup botol selalu tertutup rapat setelah digunakan.
Bagi yang jarang memasak, disarankan membeli minyak dalam kemasan kecil agar cepat habis dan tidak terlalu lama terpapar oksigen sehingga kualitasnya tetap terjaga.
Informasi ini dikutip dari Detik Food yang mengutip sumber Times of India, 30 Agustus 2026.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow