Cara Menyimpan Cabai Rawit Agar Awet Saat Harga Melonjak

Smallest Font
Largest Font

Lonjakan harga bahan pangan kembali melanda komoditas cabai di pasaran. Seperti dikutip dari Detik Food, harga cabai rawit merah melesat hingga menyentuh angka Rp 90.000 per kilogram. Lonjakan harga ini dipicu oleh cuaca panas ekstrem serta kemarau panjang yang mengganggu ketersediaan air di kawasan pertanian.

Kenaikan tersebut tidak hanya terjadi pada cabai rawit merah. Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia (BI) mencatat harga cabai merah keriting juga melesat 9% menjadi Rp 62.950 per kilogram. Lonjakan harga ini memaksa konsumen untuk mengatur penggunaan cabai secara lebih hemat dan efisien dalam masakan harian.

Sebagai bahan dapur utama masakan Indonesia, cabai sering dipakai dalam racikan bumbu dasar, tumisan, hingga sambal bawang. Untuk mengakali tingginya harga pasar, perhatikan tata cara pemilahan serta teknik penyimpanan agar persediaan cabai tidak cepat membusuk.

Proses pemilihan cabai yang tepat di pasar tradisional menjadi kunci utama ketahanan bahan dapur ini. Pilih cabai yang memiliki kondisi kulit mulus, berpermukaan keras, serta bebas dari bercak jamur. Warna yang terang dan segar tanpa area menghitam menandakan kualitas cabai masih berada dalam kondisi prima.

Memilih cabai yang masih memiliki tangkai utuh sangat disarankan. Cabai yang masih menyatu dengan batangnya terbukti bertahan lebih lama dibandingkan cabai yang batangnya sudah terlepas saat ditawarkan oleh penjual.

Teknik Menyimpan Cabai Agar Tahan Lama

Penyimpanan cabai rawit untuk jangka pendek dapat dilakukan pada suhu ruang. Pastikan kondisi cabai sepenuhnya kering sebelum diletakkan di dalam wadah kedap udara guna mencegah penumpukan kelembapan.

Guna masa simpan yang lebih panjang, simpan cabai di dalam lemari es tanpa mencucinya terlebih dahulu. Sisa air cucian dapat memicu kelembapan berlebih yang mempercepat proses pembusukan.

Petik tangkai cabai rawit, lalu letakkan di dalam kantong plastik klip atau wadah kedap udara. Alasi bagian dasar wadah menggunakan tisu dapur untuk menyerap uap air yang mengembun.

Cara Membekukan Cabai di Freezer

Cabai rawit dapat bertahan hingga berbulan-bulan dengan metode pembekuan di dalam freezer. Metode ini sangat berguna untuk mengamankan stok bahan masakan menjelang periode puasa.

Rebus cabai rawit sebentar untuk mengunci rasa dan teksturnya, lalu langsung rendam di dalam air dingin guna menghentikan proses pematangan. Tiriskan hingga benar-benar kering, masukkan ke wadah tertutup, dan simpan secara mendatar di freezer agar proses pembekuan terjadi secara merata.

Bahan Alternatif Pengganti Cabai Rawit

Penggunaan bahan alternatif dapat menjadi solusi saat harga cabai rawit melonjak tinggi. Cabai kering merupakan opsi pengganti terbaik karena dapat disimpan dalam rentang waktu lama dengan tingkat kepedasan yang menyerupai cabai segar.

Penggunaan lada putih atau merica bubuk dapat memberikan rasa pedas yang pas untuk sajian sup maupun tumisan. Selain itu, bubuk paprika dan bubuk cabai kemasan yang terjangkau di pasaran juga efektif digunakan sebagai penambah rasa pedas pada berbagai kreasi bumbu masakan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed