IDAI Imbau Orang Tua Lindungi Anak dari Abu Vulkanik Anak Krakatau

Smallest Font
Largest Font

Erupsi Gunung Anak Krakatau yang masih berlangsung sejak 4 September 2026 berstatus Siaga Level III dan menyebarkan abu vulkanik ke wilayah Jabodetabek, Banten, Lampung, dan sebagian Jawa Barat, dilansir dari Detik Health.

Aktivitas vulkanik yang tinggi menyebabkan dampak kesehatan, terutama bagi anak-anak yang perlu dilindungi dari paparan abu vulkanik. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan orang tua untuk mengambil langkah pencegahan agar risiko gangguan kesehatan anak dapat dikurangi.

IDAI menekankan pentingnya anak menggunakan masker khusus yang terpasang dengan baik untuk menyaring partikel abu agar tidak masuk ke saluran pernapasan.

"Kami mengingatkan orang tua untuk tidak menganggap remeh gejala yang muncul. Jika anak mulai menunjukkan tanda-tanda gangguan pernapasan seperti napas cepat, tarikan dinding dada ke dalam, atau saturasi oksigen di bawah 94 persen, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat," kata Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi IDAI, dr Wahyuni Indawati, Sp A, Subsp Respi (K).

Anak juga dianjurkan memakai pelindung mata seperti kacamata untuk mencegah iritasi akibat partikel abu yang tidak hanya mengganggu pernapasan, tapi juga dapat menimbulkan iritasi pada mata dan kulit.

Selain itu, anak disarankan mengenakan pakaian tertutup untuk mengurangi kontak langsung dengan abu. Setelah aktivitas di luar rumah, anak harus segera membersihkan diri dan mengganti pakaian.

Untuk anak dengan riwayat asma atau alergi saluran napas, orang tua diminta menyiapkan obat rutin dan obat darurat yang biasa digunakan. Paparan asap rokok dan asap dapur di dalam rumah juga harus dihindari agar tidak memperburuk kondisi pernapasan anak yang sudah teriritasi.

Orang tua juga harus memastikan anak cukup minum air putih untuk mencegah dehidrasi serta memberikan makanan bergizi seimbang untuk menjaga kondisi tubuh di tengah paparan polusi akibat abu vulkanik.

"Tidak ada yang lebih berharga daripada nyawa dan masa depan anak-anak kita. Ditengah ancaman abu vulkanik yang nyata, kita wajib mengutamakan perlindungan mereka dengan tindakan preventif yang tegas dan cepat. Jangan menunggu sampai gejala muncul, karena setiap tarikan napas anak kita saat ini adalah investasi untuk kesehatannya di masa depan," tegas Ketua Pengurus Pusat IDAI, Dr dr Piprim Basarah Yanuarso, Sp A, Subsp Kardio (K).

Abu vulkanik yang berasal dari erupsi Gunung Anak Krakatau bisa berdampak pada kesehatan dengan memicu iritasi kulit dan saluran pernapasan. Orang dengan masalah pernapasan kronis lebih rentan terdampak, menurut laporan dari Detik Health.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed