IHSG Ditutup Menguat ke Level 6.667 Pada Perdagangan Kamis

Smallest Font
Largest Font

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia ditutup menguat 72,11 poin atau 1,09 persen ke posisi 6.667,89 pada Kamis (3/9/2026). Penguatan indeks saham domestik ini ditopang oleh kombinasi sentimen positif dari tingkat internal maupun eksternal.

Data RTI menunjukkan IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 6.681 dan terendah di 6.614 setelah dibuka pada zona hijau di level 6.632. Nilai transaksi perdagangan mencapai Rp18,55 triliun dengan keterlibatan 40,695 miliar lembar saham dalam 2.493.136 kali transaksi. Sebanyak 402 saham menguat, 213 saham melemah, serta 180 saham bergerak stagnan.

Penguatan indeks didorong oleh kenaikan di sepuluh sektor IDX-IC, yang dipimpin sektor transportasi dan logistik sebesar 2,46 persen, diikuti sektor industri 1,99 persen, serta barang konsumen primer 1,60 persen. Sementara itu, sektor teknologi menjadi satu-satunya sektor yang terkoreksi dengan penurunan sebesar 1,66 persen.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menilai laporan data tenaga kerja swasta Amerika Serikat yang melambat menjadi salah satu pendorong sentimen global.

"Sentimen eksternal dan internal menopang menguatnya IHSG," ujar Nico.

Ia memaparkan bahwa penurunan data ADP Employment Change AS dari 46.000 menjadi 38.000 menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja yang melambat. Selain itu, pernyataan Presiden Federal Reserve New York John Williams mengindikasikan tidak ada kebutuhan mendesak untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut.

"Data itu menunjukkan bahwa pertumbuhan lapangan kerja swasta AS melambat pada bulan Agustus 2026," kata Nico.

Dari dalam negeri, pelaku pasar memberikan respon positif terhadap pelantikan Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti sebagai perempuan pertama yang memimpin bank sentral tersebut. Pasar menganggap proses transisi kepemimpinan berjalan lancar dan menjadi sinyal keberlanjutan kebijakan moneter.

"Respon pasar tersebut seiring berjalan lancarnya dalam proses transisi kepemimpinan di BI sehingga pelantikan tersebut sebagai sinyal akan keberlanjutan kebijakan moneter bank sentral," ujar Nico.

Sebelumnya pada perdagangan Rabu (2/9/2026), IHSG sempat diproyeksikan terkoreksi wajar akibat lonjakan harga minyak dunia pascaserangan pasukan AS terhadap sasaran Korps Garda Revolusi Islam di Iran. Kekhawatiran inflasi global tersebut memicu penurunan pada bursa saham Wall Street dan mayoritas bursa Asia.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, sempat memproyeksikan rentang gerak indeks berada pada area tertentu sebelum IHSG akhirnya melanjutkan tren penguatan.

"IHSG berpotensi koreksi wajar hari ini. Level support akan bergerak di rentang 6.540-6.570 dan level resistansi di rentang 6.620-6.700," kata Fanny.

Ia mencatat bahwa tekanan inflasi imbas kenaikan harga minyak sempat memicu lonjakan imbal hasil obligasi AS dan membayangi arah suku bunga The Fed.

"Bursa saham di Amerika Serikat anjlok pada Selasa kemarin, Dow Jones Industrial Average ambles lebih dari 400 poin," ucap Fanny.

Kondisi geopolitik di Timur Tengah serta penantian rilis data tenaga kerja nonfarm payrolls AS Agustus 2026 turut menjadi perhatian utama investor global sepanjang pekan ini.

"Di sisi lain, The Fed dijadwalkan menggelar pertemuan kebijakan berikutnya dalam dua pekan mendatang. Selain itu, pasar masih menunggu laporan data tenaga kerja nonfarm payrolls (NFP) Agustus yang akan dirilis pada Jumat mendatang," ujar Fanny.

Ketegangan kawasan tersebut dinilai memberikan beban langsung terhadap keputusan investasi di bursa regional.

"Kekhawatiran akan kembali memanasnya konflik bersenjata di Timur Tengah membebani sentimen investor," ucap Fanny.

Meskipun dibayangi dinamika global, IHSG secara mingguan tercatat mengalami kenaikan 2,24 persen dan menguat 5,51 persen secara bulanan, walaupun masih mengalami penurunan 22,89 persen secara year-to-date.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed