IHSG Melemah ke Level 6.581 Sesi Pertama Perdagangan

Smallest Font
Largest Font

Indeks Harga Saham Gabungan terkoreksi 0,28 persen atau turun 18,50 poin ke level 6.581,45 pada sesi pertama perdagangan Rabu, 2 September 2026. Penurunan indeks terjadi di tengah maraknya aksi jual investor asing serta tekanan lonjakan harga minyak mentah dunia.

Data Bursa Efek Indonesia mencatat total nilai transaksi saham mencapai Rp9,92 triliun dengan volume 32,97 miliar lembar saham. Dalam perdagangan tersebut, sebanyak 326 saham mengalami penurunan harga, 265 saham menguat, dan 191 saham bergerak stagnan.

Sektor bahan baku mencatatkan penurunan tertekan sebesar 1,79 persen, disusul sektor industri yang melemah 1,21 persen. Sementara itu, investor asing membukukan penjualan bersih sebesar Rp379,67 miliar, dengan pelepasan terbanyak terjadi pada saham sektor teknologi dan pertambangan.

Pelemahan pasar saham domestik mengekor tren negatif bursa kawasan Asia Pasifik. Indeks KOSPI Korea Selatan merosot 3,23 persen, TWSE Taiwan turun 1,60 persen, dan NIFTY India terkikis 0,81 persen, sedangkan FBMKLCI Malaysia menguat tipis 0,06 persen.

Tekanan di pasar modal global turut dipicu kenaikan harga minyak mentah yang hampir menyentuh 5 persen akibat eskalasi ketegangan politik antara Amerika Serikat dan Iran. Situasi ini meningkatkan kekhawatiran inflasi dan mendorong imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun naik ke level 4,792 persen.

Pakar pasar modal memberikan analisis mengenai arah pergerakan indeks di tengah ketidakpastian kondisi global.

"Jika IHSG mampu bertahan di atas 6.635, maka berpeluang akan menutup gap di 6.705. Jika tidak, diperkirakan IHSG akan berkonsolidasi pada kisaran 6.535-6.635 ," kata Ratna Lim, Kepala Riset Phintraco Sekuritas.

Kondisi ekonomi domestik juga diwarnai percepatan inflasi Agustus 2026 yang naik menjadi 3,19 persen secara tahunan dari sebelumnya 2,88 persen. Pada periode yang sama, indeks manufaktur PMI Indonesia kembali masuk ke zona kontraksi di level 49,8, meski neraca perdagangan Juli 2026 mencatat surplus 0,13 miliar dolar AS.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed