IHSG Menguat ke Level 6535 Pada Sesi I Perdagangan 21 Agustus 2026
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren positif dengan menguat 0,52 persen atau naik 34 poin ke level 6.535,57 pada penutupan sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 21 Agustus 2026.
Laju IHSG bergerak di rentang 6.507 hingga 6.544 setelah dibuka pada posisi 6.524,07. Kenaikan indeks pada akhir pekan ini memperpanjang momentum penguatan yang sebelumnya melonjak 1,68 persen ke level 6.502 pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Aksi beli bersih investor asing senilai Rp680 miliar pada hari Kamis melandasi penguatan merata di hampir seluruh sektor bursa. Sektor material dasar mencatat lonjakan tertinggi sebesar 3,46 persen, disusul konsumer siklikal 2,16 persen dan industri 2,15 persen.
Sebanyak 320 saham mencatatkan kenaikan, 268 saham melemah, dan 196 saham bergerak stagnan hingga jeda siang Jumat. Total nilai transaksi mencapai Rp8,96 triliun dengan volume perdagangan 26,65 miliar saham dari 1,35 juta kali transaksi.
Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi penopang utama penguatan indeks dengan menyumbang 12,45 poin setelah melesat 2,55 persen ke Rp3.220 per saham. Dua saham perbankan BUMN lain, yakni PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), turut memberi kontribusi masing-masing 4,35 dan 3,52 poin.
Penguatan indeks bursa domestik berlangsung di tengah bervariasinya sentimen global dan kawasan. Bursa Wall Street Amerika Serikat sempat tertekan kenaikan yield obligasi pemerintah, dengan indeks Dow Jones merosot 1,32 persen dan S&P 500 melemah 0,87 persen.
Sebaliknya, pasar saham Asia bergerak mixed di mana indeks Kospi Korea Selatan melonjak 5,89 persen dan Nikkei Jepang naik 1,36 persen. Harga minyak mentah dunia jenis Brent juga menguat 2,36 persen ke level US$94 per barel.
Secara teknikal, riset Ciptadana Sekuritas Asia memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 6.444 dan resistance 6.631 dengan potensi melanjutkan pembentukan pola kenaikan selama level support kunci 6.300–6.350 terjaga.
Tim Analis Bareksa merekomendasikan tiga saham pilihan untuk strategi jangka pendek hingga menengah, yakni PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP), dan PT Harum Energy Tbk (HRUM).
| Kode Saham | Sinyal | Harga Terakhir | Target Harga | Batas Rugi (Stop Loss) |
|---|---|---|---|---|
| WIFI | Hold/Spec Buy | Rp2.120 | Rp2.230–2.290 | Rp1.930 |
| HMSP | Buy on Weakness | Rp750 | Rp790–810 | Rp715 |
| HRUM | Hold/Spec Buy | Rp900 | Rp945–975 | Rp830 |
Para pelaku pasar domestik saat ini masih mencermati rilis data ekonomi nasional terbaru dari Bank Indonesia, meliputi Neraca Pembayaran Indonesia (NPI), Transaksi Berjalan kuartal II-2026, serta data pertumbuhan uang beredar periode Juli 2026.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow