IHSG Melemah ke Level 6390 Pada Pembukaan Perdagangan Kamis
Indeks Harga Saham Gambungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia dibuka melemah 15,34 poin atau 0,24 persen ke posisi 6.390,35 pada perdagangan Kamis (27/8/2026) pagi. Penurunan ini terjadi di tengah tekanan bursa global serta dinamika pasar keuangan domestik.
Pelemahan IHSG pagi ini melanjutkan tren negatif dari hari sebelumnya, Rabu (26/8/2026). Dilansir dari CNBC Indonesia dan Kontan, IHSG ditutup anjlok 1,48 persen atau 95,98 poin ke level 6.405,69, menjauh dari level psikologis 6.500. Sebanyak 599 saham terkoreksi, 136 saham menguat, dan 228 saham stagnan dengan nilai transaksi Rp18,06 triliun.
Sektor utilitas mencatat penurunan terdalam sebesar 2,98 persen, disusul industri 2,26 persen dan properti 2,10 persen. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menjadi pemberat utama indeks dengan kontribusi negatif 9,33 poin. Meski demikian, investor asing mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp1,37 triliun di seluruh pasar.
Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah menguat 0,06 persen ke posisi Rp17.695 per dolar AS pada Rabu (26/8/2026). Penguatan rupiah berlangsung saat pelaksanaan uji kelayakan calon Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti. Sementara itu, imbal hasil SBN tenor 10 tahun naik 3,7 basis poin menjadi 7,078 persen.
Dari bursa global, Wall Street melemah setelah data indeks harga personal consumption expenditures (PCE) AS bulan Juli naik lebih tinggi dari perkiraan. S&P 500 ditutup di level 7.675,70, Nasdaq turun 0,08 persen ke 26.130,20, dan Dow Jones melemah 0,21 persen ke posisi 53.463,88.
Pelaku pasar kini menantikan merilis laporan keuangan kuartal II Nvidia dengan perkiraan laba per saham US$2,09 dan pendapatan US$92,28 miliar.
"Laporan keuangan Nvidia yang akan dirilis hari ini dapat kembali memicu volatilitas, dengan investor mengharapkan kejutan positif pada laba serta panduan ke depan yang menunjukkan permintaan berkelanjutan terhadap chip AI," kata Ulrike Hoffmann-Burchardi, Chief Investment Officer Americas sekaligus Global Head of Equities di UBS.
Pasar juga menantikan pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh pada simposium tahunan di Jackson Hole, Wyoming.
"Jika Warsh benar-benar tidak memberikan banyak arahan, saya pikir orang-orang akan bertanya, 'Sebenarnya apa yang sedang terjadi?'" kata Ben Fulton, CEO WEBs Investments.
Pada perdagangan Kamis pagi, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turut mengalami penurunan sebesar 2,47 poin atau 0,39 persen ke posisi 630,08.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow