IHSG Menguat ke Level 6.639 Ditopang Cadangan Devisa

Smallest Font
Largest Font

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG Bursa Efek Indonesia membuka perdagangan Selasa, 8 September 2026, dengan menguat 19,84 poin atau 0,30 persen ke level 6.639,51. Lonjakan ini didorong peningkat cadangan devisa nasional serta aksi beli investor asing pada saham perbankan berkapitalisasi besar.

Penguatan indeks harian ini melanjutkan tren positif dari penutupan perdagangan pekan lalu pada Jumat, 4 September 2026. Sepanjang pekan tersebut, IHSG tumbuh 1,82 persen dari posisi pekan sebelumnya hingga mencapai level 6.636, dengan ditopang masuknya aliran modal asing.

Bank Indonesia mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada Agustus 2026 meningkat menjadi 146,5 miliar dolar AS dari posisi Juli 2026 sebesar 145,3 miliar dolar AS. Angka ini menjadi capaian tertinggi sejak Maret 2026 akibat lonjakan penerimaan pajak, jasa, dan penarikan utang luar negeri.

Jumlah cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 5,4 bulan impor atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Posisi ini berada jauh di atas standar kecukupan internasional yang disyaratkan selama 3 bulan impor.

Di pasar saham, investor asing membukukan nilai beli bersih atau net buy secara akumulatif mencapai Rp2,3 triliun di seluruh pasar selama sepekan. Angka tersebut melonjak hingga delapan kali lipat dibandingkan periode sebelumnya yang mencatatkan net buy Rp279,23 miliar.

Khusus di pasar reguler, pembelian bersih investor asing mencapai Rp1,6 triliun. Empat saham perbankan besar, yaitu BBRI, BBCA, BMRI, dan BBNI, menjadi sasaran utama akumulasi dengan total nilai akumulasi menembus lebih dari Rp3,19 triliun.

Tingginya minat asing pada sektor perbankan terjadi di tengah melambatnya pertumbuhan Dana Pihak Ketiga atau DPK. BI mencatat kredit perbankan per Juli 2026 tumbuh 13,6 persen secara tahunan, sedangkan DPK hanya tumbuh 11,21 persen.

Pemerintah kini dihadapkan pada keterbatasan ruang fiskal setelah kementerian dan lembaga mengajukan tambahan anggaran hampir Rp1.000 triliun untuk tahun 2027. Nilai tersebut melampaui alokasi tambahan belanja yang disepakati sebesar Rp9,1 triliun, sehingga efisiensi anggaran diperlukan guna mencegah lonjakan defisit.

Di tingkat regional, perhatian pasar tertuju pada rilis data ekspor dan impor China periode Agustus 2026 yang diperkirakan masing-masing tumbuh 25 persen dan 30 persen secara tahunan. Selain itu, dinamika pasar turut dipengaruhi rencana ECB menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin serta eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran di Selat Hormuz.

Untuk sentimen domestik pekan ini, pelaku pasar memantau sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di wilayah Banten, Lampung, DKI Jakarta, hingga Jawa Barat. Kondisi ini memicu lonjakan permintaan produk kesehatan dan menjadi katalis positif jangka pendek bagi emiten sektor kesehatan.

PT Indo Premier Sekuritas memberikan rekomendasi teknikal beli untuk beberapa instrumen pada pekan ini, mencakup PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) dengan target harga Rp500, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) dengan target harga Rp1.650, PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) dengan target harga Rp4.300, serta Obligasi PBS038 yang menawarkan kupon 6,875 persen.

Daftar Transaksi Net Buy dan Net Sell Investor Asing di Pasar Reguler (31 Agustus–4 September 2026)
EmitenNilai Net BuyVolume Net Buy (Lembar)
BBRIRp1,43 triliun430 juta
BBCARp820,2 miliar120 juta
BMRIRp687,6 miliar160 juta
BBNIRp253,2 miliar64,68 juta
TINSRp199,6 miliar47,05 juta
Daftar Transaksi Net Sell Investor Asing di Pasar Reguler (31 Agustus–4 September 2026)
EmitenNilai Net SellVolume Net Sell (Lembar)
CPINRp516,6 miliar180 juta
EMASRp236,5 miliar25,32 juta
ASIIRp196 miliar40,6 juta
ISATRp187,5 miliar77,2 juta
AMMNRp131 miliar30,44 juta

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed