IHSG Menguat ke Level 6.525 di Tengah Sentimen Rebalancing MSCI
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,11 persen atau 7,36 poin ke level 6.525,48 pada penutupan perdagangan Senin (31/8/2026) di Jakarta. Penguatan ini terjadi di tengah pelemahan nilai tukar rupiah ke Rp17.720 per dolar AS dan aksi jual bersih investor asing senilai Rp434,22 miliar.
Sektor industri memimpin penguatan sebesar 1,46 persen, diikuti sektor energi yang naik 1,12 persen. Saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) melonjak 6,37 persen ke Rp2.840, PT Merdeka Battery Materials Tbk (EMAS) naik 3,23 persen ke Rp9.600, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menguat 1,88 persen ke Rp3.250.
Penguatan indeks pada akhir Agustus 2026 ini melengkapi tren positif bulanan sebesar 4,52 persen. Pergerakan pasar saham domestik pada awal September 2026 diperkirakan dipengaruhi oleh rebalancing indeks MSCI yang mulai efektif pada Selasa (1/9/2026) serta rebalancing indeks FTSE pada 18 September 2026.
Secara historis, pergerakan indeks pada September cenderung menantang akibat munculnya fenomena September Effect. Data sepuluh tahun terakhir dari 2016 hingga 2025 menunjukkan IHSG mencatatkan tujuh kali pelemahan dan tiga kali penguatan dengan rata-rata imbal hasil minus 0,88 persen.
"September Effect adalah faktor risiko, bukan kepastian bahwa IHSG akan terkoreksi. Sehingga, peluang IHSG dapat netral hingga positif secara selektif. Bahkan potensi reli pun terbuka jika tekanan eksternal mereda dan rupiah stabil," ujar Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, M Nafan Aji Gusta.
Nafan menambahkan bahwa perombakan portofolio oleh penyedia indeks global akan memicu fluktuasi harga saham di lantai bursa.
"Kedua rebalancing indeks global ini dapat meningkatkan volatilitas IHSG pada awal hingga pertengahan September," kata Nafan.
Berdasarkan riset Ciptadana Sekuritas Asia pada Selasa (1/9/2026), IHSG secara teknikal masih berkonsolidasi di atas garis tren naik dan rata-rata pergerakan 55 hari. Area 6.476 hingga 6.635 diproyeksikan menjadi rentang pergerakan indeks, dengan batas penembusan 6.454 untuk menuju level 6.800 dan zona pendukung kunci pada 6.029 hingga 6.075.
Di pasar komoditas, harga minyak mentah jenis Brent melonjak 2,71 persen ke level 90,5 dolar AS per barel dan batubara melesat 8,04 persen ke 141,8 dolar AS per ton akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Tim Analis Bareksa memberikan rekomendasi saham PGAS dengan target harga Rp1.610–1.655, ITMG dengan target Rp27.375–28.150, dan ELSA dengan target Rp760–780 pada perdagangan Selasa (1/9/2026).
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow