IHSG Menguat ke Level 6272 pada Pembukaan Perdagangan 3 Agustus 2026

Smallest Font
Largest Font

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia dibuka melesat 36,49 poin atau 0,59 persen ke posisi 6.272,62 pada perdagangan Senin (3/8/2026) pagi. Kenaikan terjadi saat pasar memantau kebijakan suku bunga The Fed dan keputusan Danantara menunda obligasi.

Seiring dengan lonjakan IHSG, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan tercatat ikut terkerek 6,05 poin atau 0,97 persen hingga mencapai level 627,29. Tren positif awal pekan ini melanjutkan pemulihan kinerja indeks setelah sempat melonjak 10,51 persen sepanjang Juli 2026.

Pergerakan pasar modal domestik saat ini dipengaruhi oleh kombinasi dinamika global serta sejumlah agenda ekonomi dalam negeri. Laporan kinerja keuangan Amazon yang melampaui estimasi memberikan dorongan positif bagi sektor teknologi, meskipun sentimen hawkish pejabat The Fed dan tingginya yield US Treasury tenor 10 tahun di level 4,7 persen masih menahan laju dana asing.

Penguatan indeks diperkirakan masih berpeluang berlanjut dalam rentang terbatas selama mampu menjaga batas aman harga. Analisis teknikal menunjukkan level support berada di kisaran 6.180 hingga 6.200, sementara area resistance utama yang perlu ditembus berada pada level 6.450.

Posisi IHSG dinilai masih berpotensi melanjutkan arah kenaikan menuju target terdekat.

"Selama IHSG mampu bertahan di atas 6.200-6.180, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menuju 6.244 sebagai resistance terdekat, dan apabila berhasil breakout, penguatan berpotensi berlanjut ke 6.315 hingga 6.377," ujar Liza Camelia Suryanata, Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia.

Namun, penurunan di bawah batas support berisiko memicu koreksi susulan ke level lebih rendah.

"Kombinasi kuatnya kinerja emiten teknologi dan kekhawatiran terhadap arah kebijakan moneter membuat pergerakan pasar tetap selektif," kata Liza Camelia Suryanata, Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia.

Proyeksi serupa disampaikan oleh lembaga analisis teknikal lain yang melihat struktur pergerakan gelombang IHSG masih mengarah pada fase penguatan.

"Posisi IHSG saat ini sedang berada pada bagian awal dari wave v dari wave (c) dari wave [iv], sehingga masih berpeluang melanjutkan penguatan dengan target di kisaran 6.352-6.545," tulis MNC Sekuritas dalam riset hariannya, dikutip dari kumparan.

Prospek penguatan lanjutan tersebut didukung oleh kondisi pasar yang diperkirakan akan menguji rentang area baru pada pekan ini.

"Secara teknikal, IHSG diperkiraan melanjutkan penguatan dengan menguji level 6.300-6.380 pada pekan ini," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.

Dari dalam negeri, sentimen pasar turut dipengaruhi oleh penundaan penerbitan obligasi dolar AS bertenor 20 dan 30 tahun oleh Danantara akibat tingginya permintaan imbal hasil investor global. Di saat bersamaan, pemerintah dan DPR mempercepat pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) untuk menarik dana pengelolaan keluarga global (family office) senilai 3,2 triliun dolar AS. Pelaku pasar sepanjang pekan ini juga menantikan rilis data pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026, data cadangan devisa, serta dampak penurunan harga BBM nonsubsidi per 1 Agustus 2026.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed