IHSG Menguat Didukung Sentimen Domestik dan Global Pada 6 Agustus 2026

Smallest Font
Largest Font

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis, 6 Agustus 2026, menguat didukung oleh sentimen positif dari dalam dan luar negeri serta pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,29 persen year on year pada kuartal II-2026.

IHSG dibuka naik 28,78 poin atau 0,45 persen ke posisi 6.379,92 dan Indeks LQ45 meningkat 0,47 persen ke posisi 636,98, menandakan optimisme pasar yang berlanjut pada perdagangan hari itu, menurut laporan Phintraco Sekuritas.

Nilai transaksi di pasar reguler mencapai Rp10,367 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 34,721 miliar saham dalam 1,633 juta kali transaksi, meskipun jumlah saham yang melemah lebih banyak dibanding yang menguat.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menyatakan, "Secara teknikal, beberapa indikator mengindikasikan potensi berlanjutnya penguatan IHSG untuk menguji level 6.370-6.400."

Ratna Lim menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II-2026 yang mencapai 5,29 persen yoy lebih tinggi dari ekspektasi pasar 5,1 persen, walaupun merupakan pertumbuhan tahunan terendah sejak kuartal II-2025.

"Pertumbuhan tersebut didorong konsumsi pemerintah yang meningkat melalui belanja pegawai dan program pemerintah serta investasi PMTB yang mencatat pertumbuhan tertinggi dalam setahun," ujar Ratna Lim.

Ia juga menyebutkan, "Konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang utama ekonomi meski laju pertumbuhannya sedikit melambat, sementara kinerja ekspor tertahan oleh impor yang tumbuh lebih cepat."

Sentimen positif global juga memperkuat pasar saham Indonesia. Ratna Lim menyampaikan, "Meningkatnya harapan akan kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz di Timur Tengah mendorong optimisme pelaku pasar."

Dari sisi data makro AS, Gubernur Federal Reserve Lisa Cook menyatakan kesiapan mendukung kenaikan suku bunga dan memperingatkan inflasi yang sulit turun, sementara data ADP Employment menunjukkan penambahan lapangan kerja yang rendah pada Juli 2026.

Pergerakan bursa saham di Asia menunjukkan tren variatif, dengan indeks Nikkei dan Kospi melemah, sedangkan indeks Shanghai dan Straits Times menguat tipis.

Dalam perdagangan sesi pertama Kamis, IHSG ditutup mendatar di level 6.351 setelah bergerak volatil, sempat menyentuh tertinggi 6.388 dan terendah 6.324. Sektor transportasi dan industri menjadi penggerak utama kenaikan, sementara sektor kesehatan dan teknologi mengalami tekanan.

Saham unggulan yang meningkat signifikan antara lain PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) dan PT Petrosea Tbk (PTRO), sementara saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menekan indeks.

Tim Analis Bareksa merekomendasikan tiga saham untuk trading jangka pendek pada 6 Agustus, yaitu INDF, HMSP, dan ACES, yang menunjukkan tren naik terkonfirmasi sejalan dengan sinyal bullish IHSG.

Tabel Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa, 6 Agustus 2026
Kode SahamSinyalHarga TerakhirTarget HargaBatas Rugi (Stop Loss)
INDFSpeculative BuyRp7.250Rp7.625–7.850Rp6.725
HMSPSpeculative BuyRp760Rp800–825Rp700
ACESSpeculative BuyRp362Rp380–392Rp342

IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 6.238 hingga 6.454 dengan tren naik berlanjut jika bertahan di atas support zona 6.300-6.320, demikian riset Ciptadana Sekuritas Asia.

Meskipun momentum IHSG masih bullish, indikator seperti Stochastic Oscillator yang mendekati area jenuh beli mengindikasikan potensi konsolidasi jangka pendek.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed