Indonesia Kunci Gelar Ganda Putra Pontianak Challenge 2026

Smallest Font
Largest Font

Tuan rumah Indonesia memastikan gelar juara sektor ganda putra pada ajang Pontianak International Challenge 2026 setelah menguasai seluruh tempat di babak semifinal di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (29/8/2026). Kepastian All-Indonesian Semifinal diraih setelah pasangan Muhammad Rian Ardianto/Daniel Edgar Marvino menundukkan wakil Taiwan, Chang Ko-Chi/Chen Sheng Fa, lewat pertarungan rubber game 21-8, 15-21, 21-15 pada Jumat (28/8/2026). Kemenangan ini membawa Rian/Daniel melaju untuk berhadapan dengan Wahyu Agung Prasetyo/Pulung Ramadhan.

Sementara itu, partai semifinal lainnya mempertemukan Ikhsan Lintang Pramudya/Aquino Evano Keneddy Tangka melawan Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan/Patra Harapan Rindorindo. Faktor cuaca di arena pertandingan sempat menjadi hambatan bagi Rian dan Daniel selama berlaga di fase perempat final tersebut.

"Di gim kedua kami belum bisa mencari solusi bagaimana mengatasi posisi kalah angin, banyak pengembalian bola yang terlalu mudah untuk lawan," kata Rian dilansir dari Djarum Badminton.

Rian menegaskan bahwa dirinya bersama Daniel tidak ingin menganggap remeh pasangan Wahyu/Pulung pada pertandingan selanjutnya. "Kami harus antisipasi percaya diri mereka," tutur Rian.

Pasangannya, Daniel Edgar Marvino, mengungkapkan keuntungan posisi lapangan serta bimbingan yang diberikan oleh seniornya selama bertanding. "Mas Rian selalu menjelma menjadi sosok teman seumuran kalau sudah di luar lapangan," ucap Daniel.

Daniel juga membagikan ambisi besarnya untuk dapat mengukir prestasi tinggi di panggung bulu tangkis internasional. "Saya terinspirasi ingin seperti dia dalam hal prestasi," katanya. Selain ganda putra, Indonesia menurunkan wakil di sektor lain pada Sabtu (29/8/2026).

Di tunggal putra, Richie Duta Richardo bertanding melawan Tan Jia Jie asal Malaysia pukul 14.10 WIB, disusul Chico Aura Wardoyo yang menghadapi Ginpaul Sonna asal India pukul 14.45 WIB. Sektor ganda campuran diwakili Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu yang berlaga melawan Chen Bo-Yuan/Chan Yan Fei dari Taiwan pukul 13.00 WIB.

Dari arena balap Moto3 Aragon 2026 pada Jumat (28/8/2026), pembalap Indonesia Veda Ega Pratama harus puas menempati posisi ke-20 pada sesi Practice dengan catatan waktu 1 menit 58,660 detik, yang memaksanya berjuang dari kualifikasi pertama (Q1). Sementara itu, pembalap Malaysia Hakim Danish lolos langsung ke Q2 di posisi ke-14 dan rookie Brian Uriarte berada di posisi ke-17. Veda mengakui adanya kendala teknis serta kesalahan di lintasan.

"Hari ini (Jumat) tidak berjalan dengan baik karena saya tidak berhasil langsung lolos ke Q2," kata Veda dikutip dari Honda Team Asia. Pembalap asal Gunungkidul tersebut memberikan evaluasi menyeluruh terkait performanya di lintasan balap. "Saya melakukan beberapa kesalahan selama latihan, dan itu membuat segalanya lebih sulit," ucap Veda.

Meskipun demikian, Veda menegaskan fokus utamanya tetap tertuju pada pencapaian hasil maksimal di sesi kualifikasi.

"Yang penting adalah saya masih memiliki kepercayaan diri yang baik pada diri sendiri dan pada motor," tutur Veda. Ia juga membeberkan sejumlah faktor eksternal yang memengaruhi penampilannya di arena balap.

"Saya hanya tidak dapat menemukan momen terbaik untuk menyatukan semuanya," kata Veda. Veda kemudian menjelaskan penyebab kegagalannya dalam mengukir catatan waktu terbaik.

"Selalu ada kesalahan dari saya atau dari seseorang di depan," tambahnya. Pembalap berusia 17 tahun itu tetap menjaga optimisme tinggi menjelang sesi berikutnya. "Saya percaya diri, meskipun belum 100% yakin," ucap Veda.

Ia menilai sesi latihan pagi memegang peranan sangat krusial sebelum memasuki kualifikasi.

"Masih ada ruang untuk perbaikan, jadi mari kita lihat besok (hari ini)," kata Veda. Veda meyakini tim teknisnya dapat mengumpulkan data penting untuk mendongkrak kecepatan motor. "Biasanya kami akan melakukan sesi latihan yang lebih panjang di pagi hari," ujar Veda.

Ia menambahkan manfaat nyata yang bisa dipetik dari penambahan durasi latihan tersebut.

"Itu akan memberi kami lebih banyak informasi untuk memahami di mana kami dapat meningkatkan performa," tutur Veda. Veda memungkas keterangannya dengan komitmen penuh untuk meraih posisi start terbaik.

"Sekarang kami harus bekerja sama dengan tim, menemukan performa ekstra, dan siap berjuang untuk posisi terbaik di kualifikasi," pungkasnya. Dari arena UFC, juara kelas welter Islam Makhachev memberikan dukungan kepada Movsar Evloev yang dijadwalkan bertarung melawan Alexander Volkanovski dalam perebutan gelar kelas bulu di UFC 333 di Abu Dhabi pada 24 Oktober 2026.

"(Evloev) sendiri juga tahu bahwa pertarungan ini tidak akan mudah, bahwa Volkanovski adalah lawan yang tangguh bagi siapa pun," kata Makhachev dilansir dari kanal YouTube Ushatayka. Makhachev memprediksi Evloev mampu mengatasi tekanan besar dalam laga tersebut. "Tetapi saya pikir Movsar akan mampu mengatasinya karena usianya yang masih muda," jelasnya.

Makhachev turut menyampaikan pandangannya mengenai kondisi fisik terkini dari Volkanovski.

"Sejujurnya, Volkanovski sudah tidak berada di puncak performanya seperti beberapa tahun lalu," ujar Makhachev. Meski begitu, ia tetap menaruh rasa hormat pada rekor bertanding mantan lawannya itu. "Meskipun begitu, dia masih salah satu petarung terbaik," jelasnya.

Makhachev memperkirakan duel perebutan gelar tersebut akan berlangsung sangat sengit.

"Saya pikir ini akan menjadi pertarungan yang sangat kompetitif, tetapi saya harap Movsar akan mendapatkan hasil yang diinginkannya," pungkasnya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed