Influencer TikTok Sydney Towle Meninggal Dunia Akibat Kanker Langka

Smallest Font
Largest Font

Kreator konten TikTok asal Amerika Serikat, Sydney Towle, meninggal dunia pada usia 26 tahun setelah bertarung melawan kanker saluran empedu stadium empat selama hampir tiga tahun. Keluarga mengumumkan kabar duka tersebut melalui media sosial pada Kamis, 6 Agustus 2026.

Towle mengembaskan napas terakhirnya di New York City setelah dipindahkan ke perawatan hosipis beberapa hari sebelumnya. Selebritas yang memiliki lebih dari satu juta pengikut di TikTok ini didiagnosis mengidap kolangiokarsinoma sejak 2023.

Adik laki-lakinya, Austin Towle, membagikan momen-momen terakhir sang kakak yang menjalani perawatan dikelilingi oleh keluarga dan kerabat dekatnya.

"Dia tidak merasa sedih. Dia sangat damai. Dia seperti berkata, 'Oke, saya mengerti,'" kata Austin, dilansir dari People.

Austin menceritakan bagaimana pihak keluarga terus memberikan dukungan moril dan menghibur Towle di masa-masa kritisnya.

"Selama beberapa hari terakhir, dia masih hidup, tetapi dia cukup koma. Namun kami mengelilinginya dan menceritakan banyak kisah kepadanya, dan saya berkata, 'Berapa banyak orang yang bisa mengatakan bahwa mereka berjuang melawan kanker stadium empat saat mereka berjalan di atas panggung catwalk?' Dia luar biasa," ujar Austin.

Selama masa pengobatannya, Towle sempat tampil sebagai model baju renang di panggung Miami Swim Week 2026 dalam peragaan busana kolaborasi Post Swim x Chemo Club untuk para penyintas kanker. Ia juga mengikuti uji klinis terapi sel tumor-infiltrating lymphocyte (TIL).

"Dia terus berjuang. Jadi saya ingin orang-orang tahu bahwa ini tidak pernah berakhir sampai benar-benar berakhir. Jangan pernah menyerah pada harapan, apa pun yang terjadi.

Dia tidak pernah menyerah. Tidak secara harfiah sampai dia secara fisik, mental, emosional—segalanya—tidak bisa lagi," kata Austin.

Keluarga awalnya merencanakan rumah sebagai tempat perawatan terakhirnya, namun kondisi medis yang makin parah memaksa pemindahan ke fasilitas hosipis.

"Kondisinya sudah sangat lanjut sehingga tidak ada pilihan selain pergi ke hosipis," ujar Austin.

Ibu dan adik Towle mengonfirmasi kepulangan sang influencer melalui sebuah video emosional di akun TikTok pribadi Towle.

"Syd pergi dengan tenang tadi malam setelah pertarungan hampir tiga tahun melawan kolangiokarsinoma," kata Austin.

Keluarga menyatakan komitmen mereka untuk meneruskan semangat Towle dalam meningkatkan kesadaran publik mengenai kanker langka.

"Kami sangat bangga dengan betapa kerasnya Sydney berjuang dan membagikan perjalanannya kepada begitu banyak orang. Dia ingin meningkatkan kesadaran akan kanker langka dan sangat شغف dalam mempromosikan advokasi diri. Kami akan melanjutkan warisannya dan menghormatinya dengan segala cara yang kami bisa," kata keluarga Towle.

Sebelum terdiagnosa, lulusan Dartmouth College ini bekerja di bidang pemasaran jarak jauh di Los Angeles. Penyakitnya terdeteksi setelah ia merasakan benjolan dan sensasi terbakar di bagian perut.

"Dokter mengira saya terkena hernia, tetapi dia berkata, 'Saya akan mengirim Anda untuk USG, hanya untuk memastikan,' Saya menjalani USG, dan itu menunjukkan adanya massa padat," kata Towle, dilaporkan oleh Today.

Towle memanfaatkan platform media sosialnya untuk mendokumentasikan perjuangannya, termasuk saat mengalami kerontokan rambut akibat pengobatan chemo. Kendati demikian, ia sempat berhadapan dengan tuduhan miring dari sejumlah netizen.

"Saya bukan acara televisi yang sedang Anda tonton, yang menurut saya sangat sulit dipahami oleh orang-orang. Saya bukan karakter palsu. Saya adalah seorang manusia," kata Towle, dikutip dari New York Times.

Melinda Bachini dari Cholangiocarcinoma Foundation menilai keterbukaan Towle telah mengubah cara pandang publik terhadap pasien penyakit kronis anak muda.

"Syd memiliki kepekaan yang tajam tentang bagaimana membagikan hidupnya dapat membantu orang lain, dan dia menggunakannya untuk mempromosikan pemahaman tentang orang dewasa muda yang menghadapi kanker, pentingnya pendanaan penelitian, dan indahnya menjalani hidup pada saat ini," kata Bachini.

Sepanjang masa pengobatannya, Towle terus mengunggah konten positif untuk menguatkan para pengikutnya di media sosial.

"Pergilah beli satu pint Ben and Jerry's, tonton film favoritmu, ingatlah bahwa hidup itu baik dan hal-hal buruk terkadang terjadi tetapi itu tidak menjadikannya hidup yang buruk," kata Towle.

Pada Mei 2026, kondisi kesehatannya memburuk setelah sel kanker menyebar ke bagian peritoneum. Dokter sempat menyarankan agar ia memulai perawatan akhir hayat saat itu, namun Towle menolaknya dan memilih berpindah dokter spesialis.

"Kaya dalam hidup karena teman-teman saya memilih menghabiskan hari Sabtu untuk menggalang dana bagi penelitian kanker," kata Towle.

Ia juga tidak ragu memperlihatkan pompa arteri hati yang tertanam di perutnya demi memberikan dorongan percaya diri bagi dirinya sendiri maupun pengikutnya.

"Saya baru-baru ini mulai melihat ketangguhan dan keindahan dalam tubuh ini. Bekas luka yang mengingatkan saya seberapa jauh saya telah melangkah. Dan saya diingatkan bahwa mimpi hanya berakhir ketika Anda membiarkannya berakhir," kata Towle.

Kabar duka ini memicu gelombang belasungkawa dari puluhan ribu pengikut serta figur publik di media sosial, termasuk aktris Alyssa Milano.

"Malaikat manis. Terbanglah yang tinggi. Berdoa untuk semua orang yang mencintainya. Dia benar-benar seseorang yang spesial," kata Milano.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed