Investor Besar Serok Saham BBRI dengan Rekomendasi Overweight dari JPMorgan

Smallest Font
Largest Font

Investor besar seperti BlackRock, Deutsche Bank, dan Goldman Sachs melakukan pembelian saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) setelah JPMorgan menaikkan rekomendasi saham ini menjadi overweight pada Juli 2026.

Pada tanggal 24 Juli 2026, saham BBRI diperdagangkan dengan harga Rp2.950 per lembar, dengan valuasi Price to Book Value (PBV) 1,31 kali dan Price to Earnings Ratio (PER) 7,6 kali, yang dianggap murah oleh para investor institusional.

Dimensional Fund Advisors LP. tercatat membeli 1,21 juta saham BBRI, sehingga total kepemilikannya mencapai 295 juta saham. Goldman Sachs juga membeli 206 ribu saham, dengan total kepemilikan 86,9 juta saham BBRI, menurut Bloomberg.

JPMorgan dalam risetnya menyatakan bahwa valuasi saham BBRI saat ini berada di bawah rata-rata lima hingga sepuluh tahun terakhir, sehingga menjadi sangat menarik untuk dibeli.

"Kami menaikkan rekomendasi saham BBRI menjadi overweight," ujar JPMorgan.

Bank investasi ini juga menetapkan target harga saham BBRI selama 12 bulan ke depan sebesar Rp3.400 per saham, naik dari rekomendasi sebelumnya.

Lebih lanjut, JPMorgan menilai lima katalis utama yang mendukung kenaikan saham BBRI, termasuk perbaikan kualitas aset dengan khususnya fokus pada portofolio kredit mikro yang mulai stabil dan proses penagihan yang lebih efisien.

"Fase terburuk penurunan kualitas kredit kemungkinan sudah lewat," ujar JPMorgan, menambahkan bahwa strategi pengurangan jumlah debitur per petugas kredit dapat meningkatkan kualitas portofolio.

Selain itu, dukungan insentif dari pemerintah, termasuk potensi subsidi bunga, diperkirakan akan menjaga margin bunga bersih BBRI tetap sehat meskipun persaingan ketat.

CLSA Sekuritas juga menilai valuasi saham BBRI saat ini menarik, dengan PBV tahun 2026 sebesar 1,4 kali, yang masih jauh di bawah rata-rata jangka panjang 2,12 kali.

Data Bursa Efek Indonesia pada 24 Juli 2026 menunjukkan saham BBRI mengalami penurunan 1,33 persen menjadi Rp2.950 per saham dengan nilai transaksi mencapai Rp776 miliar dan volume perdagangan sebanyak 261 juta saham.

Investor individual juga mendapatkan rekomendasi beli dengan target harga yang lebih tinggi. Ivan Ng dari Autonomous Research merekomendasikan buy dengan target harga Rp4.000 per saham, sementara Erwin Wijaya dari Verdhana Sekuritas menargetkan Rp4.500 per saham.

Pada pembukaan pasar sesi pertama tanggal 27 Juli 2026, harga saham BBRI turun 1,01 persen ke posisi Rp2.930 per lembar seiring penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), namun saham ini tetap menjadi perhatian investor dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp444 triliun.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed