Iran Bantah Tuduhan Kepemilikan Dua Penthouse Mewah di London
Kedutaan Besar Iran di India membantah keras pemberitaan media Barat mengenai tuduhan kepemilikan dua unit penthouse mewah di London oleh Pemimpin Iran, Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei. Bantahan resmi tersebut disampaikan pada Sabtu (12/9/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Pihak diplomatik Iran menegaskan bahwa pimpinan mereka menerapkan gaya hidup sederhana dan tidak memiliki aset properti di luar negeri maupun di dalam negeri. Laporan media Barat terkait hunian mewah di area Kensington tersebut dinilai sebagai upaya pencemaran nama baik pimpinan tertinggi Iran.
"Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei, seperti ayahnya yang terhormat, tidak memiliki harta benda, baik di luar Iran maupun di dalam negeri. Rakyat Iran sangat menyadari gaya hidupnya yang sederhana dan tidak mencolok," kata perwakilan Kedutaan Besar Iran di India dalam keterangan tertulis.
Dukungan publik terhadap pimpinan Iran juga diklaim tetap kuat di tengah maraknya pemberitaan tersebut.
"Bahkan hingga kini, rakyat Iran, karena kesederhanaan hidupnya dan cinta serta kasih sayang yang mereka miliki untuknya, telah turun ke jalan selama 190 malam berturut-turut untuk mendukungnya," lanjutnya.
Berdasarkan laporan Sunday Times yang dilansir dari Detikcom, dua properti bernilai tinggi tersebut terletak di Palace Green, Kensington, London. Lokasinya berjarak sekitar 50 meter dan berhadapan langsung dengan gedung Kedutaan Besar Israel di Inggris pada lantai enam dan tujuh.
Dua penthouse tersebut dilaporkan dibeli pada 2014 dan 2016 melalui nama pengusaha Ali Ansari, yang dituduh sebagai perantara Mojtaba Khamenei. Aset tersebut kini dibekukan oleh pemerintah Inggris dan Amerika Serikat karena sanksi finansial terhadap Ansari yang diduga mendanai Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
Unit penthouse yang dibeli pada 2016 seharga US$ 25,6 juta (sekitar Rp 449 miliar) kini ditawarkan seharga US$ 16,2 juta (sekitar Rp 284 miliar). Sementara itu, unit kedua yang dibeli pada 2014 bernilai US$ 22,6 juta (sekitar Rp 396 miliar) belum diketahui nilai jual terbarunya.
Ali Ansari, yang saat ini berdomisili di Dubai dan dijatuhi larangan bepergian ke Inggris, membantah seluruh tuduhan tersebut. Ia menolak sanksi yang dijatuhkan dan menegaskan tidak memiliki hubungan finansial maupun pribadi dengan pimpinan Iran atau IRGC.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow