Iran Kecam Kanada Dukung Tekanan Ekonomi AS terhadap Teheran
Iran mengecam Kanada pada 8 September 2026 karena mendukung tekanan ekonomi Amerika Serikat terhadap Teheran, menyebut langkah Ottawa sebagai pelanggaran hukum dan pemutarbalikan fakta.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengkritik pernyataan bersama Menteri Luar Negeri dan Menteri Keuangan Kanada yang mendukung kebijakan AS. Menurut Baghaei, Kanada justru mendukung campur tangan dan perang ekonomi Washington, meskipun AS sendiri dinilai tidak menghormati kedaulatan Kanada.
"Pada hari yang sama ketika Presiden Amerika Serikat merendahkan kedaulatan dan kemerdekaan Kanada dengan menggambarkan seluruh negara itu sebagai bagian dari wilayah Amerika Serikat, Menteri Luar Negeri dan Menteri Keuangan Kanada kembali memilih berjalan di jalur memberi konsesi kepada tetangga yang suka menindas," ujar Baghaei.
Baghaei menambahkan bahwa Kanada tidak bisa mengaku sebagai pendukung perdamaian dan hukum internasional sambil mendukung tindakan ilegal dan intervensionis AS di Asia Barat. Ia mempertanyakan alasan Kanada mendukung kebijakan Washington melalui media sosial X.
"Jika persoalannya benar-benar kebebasan pelayaran, mengapa Kanada, yang sendiri telah merasakan ketidakpatuhan Amerika Serikat terhadap komitmennya, justru mendukung agresi militer dan terorisme ekonomi Amerika Serikat, alih-alih menuntut penghentian perang?" tulis Baghaei.
Sementara itu, Kanada mengumumkan perpanjangan pembebasan cukai federal atas bahan bakar minyak hingga akhir Januari 2027. Menteri Keuangan Francois-Philippe Champagne menyatakan cukai BBM akan diterapkan kembali secara bertahap, dengan pengenaan penuh mulai 1 April 2027.
Kebijakan ini awalnya diberlakukan April 2026 sebagai respons terhadap kenaikan harga bahan bakar akibat konflik AS-Iran. Tanpa perpanjangan, harga bensin akan naik sekitar 10 sen Kanada per liter, sementara solar dan avtur naik 4 sen Kanada per liter.
Champagne menegaskan pemerintah Kanada berkomitmen untuk melindungi masyarakat dari beban finansial akibat konflik geopolitik yang tidak mereka sebabkan. Meski demikian, kebijakan ini diperkirakan menambah defisit anggaran pemerintah federal.
Kanada juga menegaskan akan terus memberikan tekanan ekonomi terhadap Iran. Menteri Luar Negeri Anita Anand dan Menteri Keuangan Champagne dalam pernyataan bersama pada 6 September 2026 mendesak Teheran menghentikan aktivitas destabilisasi di Timur Tengah, termasuk ancaman terhadap kapal di Selat Hormuz dan aktivitas nuklir ilegal.
"Kanada akan terus mencari langkah-langkah tambahan bersama mitra global untuk memaksa Iran mengakhiri perilaku jahatnya," bunyi pernyataan kedua menteri.
Iran juga menolak permintaan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk inspeksi fasilitas nuklir. Delegasi Iran menegaskan IAEA harus terlebih dahulu mendesak AS dan Israel untuk menghentikan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran.
"Tuan Grossi seharusnya terlebih dahulu meminta Amerika Serikat dan Israel untuk menghentikan serangan atau ancaman serangan terhadap fasilitas nuklir kami," tegas delegasi Iran.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow