Iran Nilai Pakta Makkah Tanda AS Tinggalkan Timur Tengah

Smallest Font
Largest Font

Iran menilai Pakta Makkah yang ditandatangani oleh Turki, Arab Saudi, dan Pakistan sebagai tanda bahwa Amerika Serikat ditinggalkan oleh negara-negara di Timur Tengah dan sekitarnya, kata Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Mohsen Rezaei. Pakta ini ditandatangani pada 7 Agustus dan berisi klausul yang menyatakan agresi terhadap salah satu anggotanya akan dianggap agresi terhadap ketiganya, mirip dengan Pakta NATO. Rezaei menyatakan bahwa Iran mendukung persatuan regional yang lebih luas dan menegaskan bahwa Iran dan Mesir harus menjadi bagian dari aliansi seperti itu.

"Amerika Serikat bilang ke mereka, 'Selamat tinggal, kami pergi'," ujar Rezaei sambil mengejek AS, dikutip dari Iran International.

Dia menambahkan bahwa anggota Pakta Makkah mengundang Iran untuk bergabung, meskipun Rezaei mempertanyakan isi pakta tersebut karena tidak mengetahui rinciannya saat undangan diberikan. Kepala kantor berita parlemen Iran, Mehdi Rahim, mengatakan Iran telah menerima undangan untuk bergabung dan sedang meninjau masalah itu.

"Iran sudah menerima undangan untuk bergabung dengan Pejanjian Makkah dan masalah ini sedang ditinjau," kata Rahim. Kementerian Luar Negeri Iran belum memberikan konfirmasi resmi terkait undangan tersebut.

Menteri Luar Negeri Turki Hakkan Fidan menegaskan bahwa pakta tersebut bersifat defensif dan tidak ditujukan untuk menyerang Iran atau negara lain mana pun. Beberapa pengamat menyebut kelompok baru ini sebagai "NATO Islam", meski para ahli memperingatkan agar tidak menganggapnya sebagai blok militer yang utuh. Ketua Gulf Research Center Abdulaziz Sager mengatakan pakta ini bisa memperkuat diplomasi dan pertahanan gabungan para anggotanya serta mendukung sistem keamanan yang digerakkan oleh kawasan itu sendiri.

Sementara itu, Israel menanggapi pakta tersebut dengan kekhawatiran karena menganggap aliansi ini sebagai penyeimbang dominasi militer Israel di kawasan, terutama karena anggota pakta termasuk Pakistan yang memiliki senjata nuklir.

Anggota Pakta Makkah menegaskan perjanjian ini terbuka bagi negara lain di kawasan dan tidak diarahkan untuk melawan negara mana pun.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed