Iran Serang Pangkalan AS di Yordania dan Jalur Logistik

Smallest Font
Largest Font

Militer Iran melancarkan serangkaian serangan mendadak terhadap pangkalan udara serta jaringan logistik militer Amerika Serikat di Yordania dan Arab Saudi pada pertengahan September 2026. Langkah ini memperluas eskalasi konflik regional sekaligus mengganggu jalur pelayaran komersial vital di Selat Hormuz.

Serangan rudal Iran menghantam Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di dekat Azraq, Yordania. Insiden tersebut mengakibatkan satu jet tempur A-10 Thunderbolt mengalami kerusakan parah pada bagian sayap, sementara delapan jet F-15 mengalami kerusakan ringan. Pasukan militer AS menembakkan lebih dari 30 rudal Patriot untuk pencegatan, sedangkan Yordania menepis 18 rudal lainnya.

Selain menyasar pangkalan utama, Iran mengalihkan fokus operasi militer ke jaringan logistik pendukung di Al-Kharj dan Al-Azraq. Operasi gabungan tersebut merusakkan tujuh pesawat tanker militer, menghancurkan dua pesawat tanker, merusak berat sistem pertahanan udara THAAD, serta menjatuhkan satu pesawat peringatan dini udara AWACS.

Tekanan militer ini memicu respons diplomatik dan retorika keras dari kedua pihak yang berseteru. Washington menekankan posisi politiknya di tengah ketegangan yang meningkat di jalur pasokan minyak dunia.

"jika AS benar-benar menginginkan perdamaian, Washington harus menghentikan intervensi yang merusak dan mengacaukan stabilitas di kawasan kami," kata Esmail Baghaei, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran.

Pemerintah Teheran memperingatkan negara-negara tetangga agar tidak menyediakan ruang udara untuk pangkalan militer AS. Sementara itu, eskalasi di Selat Hormuz mendorong kenaikan harga minyak Brent melampaui 100 dolar AS per barel.

"Pertemuan yang dihadiri oleh Iran, Irak, dan negara-negara Teluk Persia lainnya ini akan berlangsung pada Senin (14/9) di Oman," ujar Esmail Baghaei, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran.

Diplomasi regional dijadwalkan berlanjut di Salalah, Oman, guna membahas pembentukan jalur aman pelayaran komersial di tengah blokade Selat Hormuz.

"Selain membahas situasi kawasan, pertemuan tersebut juga akan membahas hasil negosiasi antara Iran dan Oman mengenai pembentukan jalur aman bagi pelayaran komersial di Selat Hormuz," kata Esmail Baghaei, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran.

Pertemuan konsultatif tersebut diharapkan meminimalkan dampak gangguan pasokan energi dan bahan bakar global.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed