Iran Serang Pangkalan AS di UEA dan Yordania Tanggapi Serangan Pulau Larak
Militer Iran menyerang pangkalan udara Amerika Serikat di Uni Emirat Arab (UEA) dan dua pangkalan di Yordania sebagai balasan atas serangan AS di Pulau Larak, Selat Hormuz, pada Senin dini hari. Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad, UEA, menggunakan drone yang menargetkan lokasi dengan pasukan dan helikopter AS. IRGC juga menyerang pangkalan King Hussein dan Azrag di Yordania dengan rudal balistik dan drone, yang menurut mereka menyebabkan kerusakan parah.
Militer Iran menyatakan serangan itu sebagai respons atas kematian anggota Korps Garda Revolusi Islam dan warga sipil di Pulau Larak akibat serangan AS sebelumnya.
"Pasukan kami menargetkan pangkalan udara Al Minhad dengan sejumlah drone," ujar militer Iran seperti dilansir Reuters. Serangan AS pada Minggu malam menargetkan dua peluncur roket milik Iran di Pulau Larak, yang dianggap sebagai titik strategis militer Iran di Selat Hormuz.
Komando Pusat AS menyatakan serangan dimaksudkan untuk menggagalkan rencana IRGC memasang ranjau laut di selat tersebut.
"Serangan itu merupakan tindakan terbatas dan presisi terhadap pasukan IRGC yang memasang ranjau yang menimbulkan ancaman nyata di Selat Hormuz," kata CENTCOM.
IRGC mengecam serangan AS dan menyebutnya sebagai "aksi agresi" yang akan dibalas dengan keras.
Selain serangan di UEA dan Yordania, Iran juga meluncurkan rudal terhadap kapal AS di Selat Hormuz, menurut media pemerintah Press TV. Serangan AS di Pulau Larak merupakan yang pertama sejak Juli dan memicu ketegangan baru di kawasan yang memiliki jalur pelayaran energi penting dunia.
Pulau Larak, dengan luas sekitar 49 kilometer persegi dan populasi 466 jiwa, menjadi lokasi penting bagi pengawasan dan pengendalian pelayaran di Selat Hormuz oleh Iran.
Harga minyak dunia merespons ketegangan ini dengan melonjak, Brent mencapai lebih dari US$90 per barel, karena kekhawatiran gangguan pasokan energi global.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow