Israel Bombardir Pangkalan Udara Suriah dan Memicu Kecaman Turki serta AS
Delapan serangan udara jet tempur Israel menghantam Pangkalan Udara Abu al-Duhur di Provinsi Idlib, Suriah barat laut, pada Selasa (18/8/2026) dini hari. Aksi militer tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur landasan pacu serta fasilitas penyimpanan, sekaligus memicu kecaman keras dari Turki dan Amerika Serikat.
Pangkalan militer yang berjarak sekitar 70 kilometer di timur perbatasan Turki tersebut dilaporkan sudah tidak beroperasi khusus sejak 2013. Menurut keterangan sumber militer dan warga lokal yang dilansir Ekhbariya dan Syrian News Channel, insiden ini merusak fasilitas bandara tetapi tidak menimbulkan korban jiwa.
Pihak Israel menyatakan bahwa pengeboman dilakukan karena Suriah dituduh mengizinkan pengerahan pasukan Turki ke pangkalan yang berlokasi dekat Aleppo tersebut. Israel menilai langkah ini berada di ambang batas pelanggaran kesepakatan status quo keamanan kawasan.
"Israel berulang kali memperingatkan Suriah bahwa penempatan semacam itu akan menimbulkan ancaman bagi keamanan Israel. Suriah memilih untuk mengabaikan peringatan ini," bunyi pernyataan resmi dari kantor PM Israel Benjamin Netanyahu.
Pemerintah Israel menegaskan komitmen mereka untuk merespons setiap potensi ancaman yang muncul di wilayah perbatasan.
"Israel tidak akan menoleransi ancaman terhadap keamanannya," tambah pernyataan tersebut.
Ankara membantah keras tuduhan yang dikeluarkan oleh kantor Perdana Menteri Israel terkait pengerahan militer tersebut. Direktorat Komunikasi Turki menilai pernyataan Israel hanyalah alasan untuk membenarkan tindakan militernya yang melanggar hukum internasional.
"Tuduhan-tuduhan tidak berdasar yang disampaikan kantor Perdana Menteri Israel bertujuan melegitimasi serangan udara Israel yang melanggar hukum terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Suriah," kata Direktorat Komunikasi Turki dalam sebuah pernyataan.
Kementerian Luar Negeri Turki turut mendesak keterlibatan lembaga internasional untuk menghentikan aksi sepihak tersebut.
"Kami menyerukan kepada komunitas internasional untuk mengambil sikap yang lebih tegas guna mengakhiri eskalasi agresi Israel yang terus meningkat terhadap Suriah," ujar Kementerian Luar Negeri Turkiye dalam pernyataan resminya.
Kritik tajam juga datang dari Amerika Serikat di tengah upaya Washington membangun hubungan diplomatik dengan pemerintah baru Suriah. Utusan Khusus AS, Tom Barrack, menilai serangan udara ke Pangkalan Udara Abu al-Duhur sebagai langkah kontraproduktif.
"AS sangat prihatin bahwa serangan udara Israel yang terkonfirmasi di Pangkalan Udara Abu al-Duhur merupakan eskalasi yang tidak perlu dan tidak memajukan stabilitas regional," tulis Barrack di platform media sosial X.
Pemerintah AS meminta semua pihak yang terlibat dalam ketegangan ini untuk menahan diri dari tindakan militer lanjutan.
"Kami mendorong semua pihak untuk memprioritaskan wacana yang logis daripada insiden militer lebih lanjut," tambahnya.
Dari pihak Damaskus, Menteri Luar Negeri Suriah Assad al-Shibani memperingatkan Israel mengenai konsekuensi dari agresi militer tersebut. Shibani menegaskan bahwa Suriah tidak berdiri sendiri dalam menghadapi ancaman luar.
"Serangan-serangan ini tidak memiliki pembenaran keamanan. Kami akan melanjutkan jalur diplomatik kami untuk mencegah Israel dari kebijakan ini dan memaksanya menghentikan serangannya terhadap Suriah," tegas Shibani.
Pemerintah Suriah melaporkan telah menyiagakan pasukan pengamanan di kawasan Idlib pascaserangan guna mengantisipasi eskalasi susulan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow