Israel Bombardir Pangkalan Udara Suriah Usai Kontak Rahasia Mossad

Smallest Font
Largest Font

Militer Israel melancarkan delapan serangan udara ke pangkalan udara Abu al-Duhur di Provinsi Idlib, Suriah utara, pada Selasa (18/8/2026) dini hari. Langkah militer ini diambil guna menggagalkan upaya pembukaan kembali pangkalan strategis tersebut oleh pasukan Turki.

Aksi pemboman itu merusak infrastruktur landasan pacu tanpa menimbulkan korban jiwa di fasilitas militer yang mangkrak sejak 2012 tersebut. Wilayah utara Suriah kini mengalami peningkatan ketegangan karena lokasi target berada dekat dengan perbatasan Turki.

Sebelum pemboman terjadi, Kepala Mossad Roman Gofman sempat membicarakan masalah pengerahan militer Turki di Suriah melalui sambungan telepon dengan Menteri Luar Negeri Suriah Asaad al-Shaibani pada 14 Agustus.

Pihak militer Israel secara terbuka membenarkan operasi udara tersebut sebagai bentuk penegakan keamanan nasional.

"Israel dan Suriah telah menyepakati status quo dalam masalah keamanan. Namun, Suriah berada di ambang pelanggaran kesepakatan tersebut dengan mengizinkan pasukan Turki dikerahkan ke sebuah pangkalan udara di dekat Aleppo," kata kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam sebuah pernyataan seperti dikutip AFP.

Pihak Tel Aviv mengklaim telah melayangkan peringatan berulang kali terkait bahaya pengerahan pasukan Ankara di kawasan itu.

"Israel telah berulang kali memperingatkan Suriah bahwa pengerahan tersebut akan menimbulkan ancaman terhadap keamanan Israel. Suriah memilih untuk mengabaikan peringatan tersebut," lanjut pernyataan kantor PM Netanyahu.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan komitmen penolakan terhadap aktivitas militer Turki di wilayah Suriah.

"Kami menjelaskannya kepada Turki - Jangan. Rupanya mereka tidak mendengar pesan itu, jadi kami memastikan mereka memahaminya dengan lebih baik," tegasnya.

Pemerintah Turki membantah tuduhan yang dilontarkan pihak Israel terkait rencana pengerahan kekuatan militer tersebut.

"Terus bekerja sama dengan Pemerintah Suriah atas dasar yang sah untuk pembentukan perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran," ungkap Kantor Kepresidenan Turki.

Pemerintah Amerika Serikat menyayangkan aksi pengeboman unilateral yang dilancarkan oleh sekutunya tersebut.

"Serangan tersebut merupakan eskalasi yang tidak perlu dan tidak membantu menciptakan stabilitas kawasan," tulis Barrack, yang merupakan teman bisnis Presiden Donald Trump sekaligus duta besar AS untuk Turki, di X.

Utusan khusus Amerika Serikat tersebut mengimbau penyelesaian ketegangan melalui jalur diplomatik.

"Kami mendorong semua pihak untuk mengutamakan dialog yang rasional daripada insiden militer lebih lanjut," katanya.

Kecaman serupa disampaikan kembali oleh diplomat Amerika Serikat dalam kesempatan terpisah.

"Eskalasi yang tidak perlu yang tidak memajukan stabilitas regional," ucapnya.

Pasukan militer Israel tercatat melancarkan ratusan operasi udara di Suriah sejak pemerintahan baru Presiden Ahmed Al Sharaa memegang kekuasaan usai tumbangnya Bashar Al Assad pada Desember 2024. Tel Aviv juga terus menempatkan pasukan di zona penyangga Dataran Tinggi Golan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed