Kaitan Konsumsi Ultra-Processed Food dengan Risiko Kanker pada Anak

Smallest Font
Largest Font

Sebuah video yang beredar di media sosial menampilkan kesaksian seorang anak tentang kebiasaan makannya sebelum didiagnosis kanker. Anak tersebut mengaku sering mengonsumsi mi instan, bahkan hingga dua kali seminggu, serta menjadikan sosis dan nugget sebagai menu rutin.

Setelah menjalani pengobatan, pola makan anak itu berubah. Ia kini lebih memilih telur ceplok sebagai lauk dan mulai memperhatikan kualitas makanan yang dikonsumsinya.

Kisah tersebut menarik perhatian publik, mengingat mi instan, sosis, dan nugget merupakan jenis makanan olahan yang umum dikonsumsi sehari-hari. Pertanyaan pun muncul: apakah kebiasaan mengonsumsi makanan tersebut dapat langsung dikaitkan dengan risiko kanker?

dilansir dari Detik Health, Spesialis Gizi Klinik dr. Igus Ulfa Yaze, SpGK, menegaskan bahwa konsumsi ultra-processed food (UPF) memang perlu diwaspadai, terutama jika diberikan terlalu sering kepada anak.

"Bukan berarti sekali makan langsung menyebabkan kanker. Tapi kalau terlalu sering makan UPF seperti ini, umumnya lebih tinggi garam, lemak, dan bahan tambahan. Sementara kualitas dan variasi gizinya kalah dibanding makanan utuh," ujar dr. Yaze.

Ia menambahkan, kaitan antara UPF dengan risiko kesehatan harus dilihat dari pola makan secara menyeluruh. Mengonsumsi mi instan, sosis, atau nugget sekali-sekali tidak berarti makanan tersebut secara langsung memicu kanker.

Perhatian utama perlu diberikan saat UPF mendominasi pola makan. Kebiasaan ini dapat membuat pilihan makanan menjadi kurang beragam, sehingga asupan dari makanan utuh—seperti sayuran, buah, atau protein alami—menjadi terbatas.

dr. Yaze memuji perubahan kebiasaan makan anak dalam video tersebut. Pemilihan telur ceplok sebagai lauk dinilai sebagai langkah positif untuk memenuhi kebutuhan protein harian.

Untuk menjaga kesehatan anak, pola makan tetap perlu dibuat beragam. Sosis, nugget, dan mi instan tidak harus dihilangkan sepenuhnya, tetapi frekuensi konsumsinya perlu dikontrol agar tidak menjadi pilihan utama yang terlalu sering diberikan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed