Kebakaran Hutan Kalimantan Tengah Tembus 1717 Hektare Ancam Orang Utan
Kebakaran hutan dan lahan seluas 1.717 hektare di Kalimantan Tengah mengancam keberadaan habitat satwa liar dilindungi, termasuk orang utan, Selasa (1/9). Kondisi ini mengganggu ekosistem dan memaksa berbagai hewan keluar dari kawasan hutan, sebagaimana dilansir dari Detik Travel.
Pergerakan satwa yang berusaha menyelamatkan diri berpotensi memicu interaksi langsung dengan manusia. Hal ini terjadi karena orang utan mulai berpindah ke luar kawasan hutan yang mendekati permukiman pemukim atau area aktivitas warga.
Kepala Seksi KSDA Wilayah II Pangkalan Bun Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah, Handi Nasoka, menyampaikan dampak langsung terbakarnya kawasan hutan bagi satwa.
"Habitat hewan dilindungi pastinya terdampak. orang utan misalnya mencari tempat yang lebih aman," kata Handi Nasoka, Kepala Seksi KSDA Wilayah II Pangkalan Bun, BKSDA Kalimantan Tengah.
Upaya mitigasi dilakukan bersama Satgas Karhutla dengan memantau pergerakan satwa liar di sekitar titik api. Proses penanganan kebakaran di lapangan dijalankan secara bersamaan dengan pemantauan kondisi satwa terdampak.
"Kami bersama-sama Satgas Karhutla juga sedang melakukan penanganan karhutla, sambil melihat satwa yang terdampak," ujar Handi Nasoka.
Di samping ancaman bagi mamalia besar, petugas menemukan sejumlah fauna lain yang menjadi korban langsung dari bencana ini. Penemuan ular dan trenggiling di area kebakaran mempertegas parahnya tingkat kerusakan ekosistem yang terjadi.
"Temuan tersebut menunjukkan bahwa dampak karhutla tidak berhenti pada hilangnya vegetasi. Ketika kawasan hutan terbakar, satwa kehilangan tempat berlindung, sumber makanan, hingga jalur untuk berpindah ke kawasan yang lebih aman," kata Handi Nasoka.
BKSDA mengimbau masyarakat untuk tidak menindak sendiri keberadaan orang utan yang masuk ke area permukiman. Penanganan mandiri berisiko memicu bahaya bagi keselamatan warga maupun satwa itu sendiri.
"Kita berharap apabila menemukan orang utan segera melaporkan kepada kami dan langsung akan kami evakuasi ke tempat yang lebih aman," jelas Handi Nasoka.
Proses evakuasi dan penyelamatan satwa kini bergantung pada kecepatan laporan masyarakat serta kesiapsiagaan tim di lapangan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow