Keluarga di China Gunakan Kloning AI Anak yang Tewas untuk Kelabui Ibu Lansia

Smallest Font
Largest Font

Sebuah keluarga di China memanfaatkan teknologi kloning AI orang meninggal untuk merespons komunikasi dengan seorang ibu lansia berusia 80-an tahun yang mengidap penyakit jantung. Langkah ini diambil guna menyembunyikan fakta bahwa putra kandung dari wanita lanjut usia tersebut sebenarnya telah meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas.

Dilansir dari laporan Kompas.com pada Jumat, 22 Mei 2026, pihak keluarga sengaja memilih jalan rekayasa digital demi mencegah syok berat yang dapat memperburuk kondisi kesehatan sang ibu. Melalui teknologi video dan suara berbasis kecerdasan buatan, sang ibu tetap meyakini bahwa dirinya masih terhubung secara berkala dengan putranya lewat panggilan video.

Klon AI dari Putra yang Telah Meninggal Membuat Ibunya yang Berusia 80 Tahun Tidak Menyadarinya | WEIRD DARKNESS: Paranormal & True Crime

Kasus ibu ngobrol dengan AI anak di China ini memicu diskusi luas mengenai pemanfaatan avatar buatan dalam ranah personal. Pihak keluarga mengintegrasikan rekaman data digital masa lalu mendiang untuk menyusun replika visual dan vokal yang presisi.

Peristiwa ini bermula ketika sang putra mengalami kecelakaan lalu lintas fatal di China yang merenggut nyawanya. Mengetahui ibunya memiliki riwayat penyakit jantung sensitif, anggota keluarga lain memutuskan untuk menutup rapat kabar duka tersebut.

Sebagai gantinya, mereka memproduksi apa itu avatar AI yang dirancang menyerupai mendiang. Setiap kali sang ibu meminta panggilan video, pihak keluarga mengaktifkan sistem kloning kecerdasan buatan untuk berinteraksi secara langsung dalam durasi pendek.

Fenomena ini memperlihatkan bagaimana industri pelatih kecerdasan buatan semakin berkembang pesat dalam menyediakan layanan personalisasi tingkat tinggi. Para ahli di bidang teknologi kecerdasan buatan kini mampu merekonstruksi gerak tubuh, warna suara, hingga ekspresi wajah seseorang secara natural.

Sisi Bisnis dan Keterlibatan Pelatih Kecerdasan Buatan

Di balik pembuatan replika digital yang akurat tersebut, terdapat peran penting dari seorang pelatih kecerdasan buatan atau AI trainer. Profesi ini bertugas melatih sistem algoritma agar mampu meniru perilaku spesifik dari data-data mentah yang dimasukkan.

Tingkat kesulitan peniruan yang tinggi, terutama untuk aspek psikologis dan emosional, membuat biaya pengerjaan teknologi ini bervariasi di pasar global. Sektor ini membuka peluang pendapatan baru yang signifikan bagi para profesional komputasi.

Berikut adalah rincian estimasi pendapatan rata-rata untuk tenaga ahli yang mengonfigurasi kecerdasan buatan berdasarkan sektor keahliannya:

Daftar Standar Bayaran Profesi AI Trainer 2026
Sektor Spesialisasi AIEstimasi Bayaran per Jam (USD)Estimasi Bayaran per Jam (IDR)
Pelatih AI Umum (AI Trainer)105 dollar ASRp 1,7 juta
Pelatih AI Bidang Spesifik (Psikiatri/Emosional)350 dollar ASRp 5,7 juta

Wawancara dengan pakar teknologi pada Jumat, 23 Mei 2026, mengungkapkan bahwa cara kerja AI trainer melibatkan proses input ribuan sampel video, audio, dan gaya bahasa chat masa lalu. Namun, tingginya permintaan layanan emosional seperti ini juga memunculkan risiko kerja jadi AI trainer, termasuk beban psikologis akibat terus-menerus mengolah data orang yang sudah tiada.

Perdebatan Etis Mengenai Kloning Digital

Penerapan teknologi ini memunculkan pertanyaan mendasar di masyarakat mengenai benarkah bisa ngobrol dengan orang meninggal pakai AI secara etis. Sebagian pihak menilai tindakan keluarga di China tersebut merupakan bentuk kebohongan putih demi menyelamatkan nyawa sang ibu lansia.

Kendati demikian, para pengamat sosial mengingatkan adanya potensi dampak psikologis yang berat apabila rahasia ini pada akhirnya terbongkar. Replikasi digital tanpa konsensus dari individu yang telah meninggal juga masih menjadi area abu-abu dalam regulasi hukum internasional.

Hingga saat ini, pemanfaatan teknologi kloning visual di China terus berkembang di tengah absennya aturan baku yang melarang replikasi individu untuk kepentingan privat keluarga. Otoritas setempat masih memantau perkembangan industri kecerdasan buatan personal ini guna mencegah potensi penyalahgunaan identitas digital di sektor publik.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed