Kemenkes Temukan 40 Persen Anak Sekolah Alami Gigi Berlubang
Kementerian Kesehatan menemukan 40 persen dari sekitar 11 juta anak sekolah mengalami karies gigi atau gigi berlubang dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) secara nasional pada Jumat (28/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detik Health.
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Wibowo mengungkapkan masalah gigi berlubang mendominasi temuan kesehatan pada kelompok usia 7 hingga 17 tahun di berbagai daerah Indonesia.
"Yang paling besar adalah karies gigi. Gigi berlubang paling banyak ditemukan di anak sekolah, usia 7-17 tahun," kata Dante saat ditemui di Bogor, Jawa Barat, Jumat (28/8/2026).
Kondisi paling menonjol tercatat di Kota Bogor, di mana insiden kasus anak sekolah yang mengalami gigi berlubang mencapai sekitar 60 persen berdasarkan data pertengahan Agustus 2026.
Dante menegaskan bahwa masalah ini memerlukan penanganan medis yang serius agar tidak memicu komplikasi infeksi gusi hingga gangguan organ tubuh lainnya seperti jantung.
"Ini harus dalam perhatian khusus, kenapa anak sekolah jadi banyak gigi berlubang," kata Dante.
Selain masalah kesehatan gigi, hasil CKG juga mencatat adanya lonjakan kasus tekanan darah meningkat dan risiko obesitas akibat kelebihan gizi pada anak usia sekolah.
"Selain kita mengalami gizi kurang saat balita, anak-anak kita yang sekolah itu justru gizi lebih. Obesitas justru menjadi masalah bagi anak sekolah," katanya.
Data nasional menunjukkan prevalensi obesitas anak mencapai 7,2 persen dengan lebih dari 1 juta kasus. Temuan ini mengindikasikan munculnya beban gizi ganda di Indonesia.
Berdasarkan laporan detail CKG, karies gigi tercatat sebanyak 40,9 persen, anemia 27,5 persen, dan peningkatan tekanan darah 21 persen. Sementara itu, overweight atau obesitas serta gangguan pendengaran masing-masing sebesar 7,2 persen.
Capaian pemeriksaan tersebut terkumpul dari peserta jenjang SD yang mendominasi dengan total 9.453.038 siswa. Angka ini masih terus berkembang hingga memenuhi target sasaran nasional sebesar 50 juta anak.
"Selain kita mengalami gizi kurang saat balita, anak-anak kita yang sekolah itu justru gizi lebih. Obesitas justru menjadi masalah bagi anak sekolah," pungkas Dante.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow