Kemenkeu Ambil Alih Utang Proyek Whoosh Mulai 15 September

Smallest Font
Largest Font

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan penyerahan pengelolaan utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) dari Danantara ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan dimulai pada 15 September 2026, dilansir dari Detik Finance.

Purbaya menjelaskan skema penyelesaian utang Whoosh saat ini masih dalam tahap pembahasan. Penyerahan pengelolaan akan dilakukan tepat pada tanggal yang ditentukan.

"Masih kita diskusikan, itu tanggal 15 yang jelas akan diserahkan oleh kita. 15 September," ujar Purbaya di kantornya, Jakarta.

Penyelesaian utang ini akan melibatkan Badan Layanan Umum (BLU) atau Special Mission Vehicle (SMV) yang berada di bawah Kemenkeu. Purbaya menyebutkan kemungkinan adanya dua SMV yang akan mengelola Whoosh.

"Kita masih godok bentuknya yang paling pas seperti apa melibatkan beberapa SMV dari Kementerian Keuangan. Dua (SMV) mungkin. Bisa juga kita pakai yang SMV yang kecil, bisa juga yang besar. Kita lihat nanti skema yang paling pas seperti apa," beber Purbaya.

Sebelumnya, skema pengambilalihan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) oleh Kemenkeu menjadi salah satu opsi yang dibahas pemerintah. Hal ini diungkapkan oleh COO BPI Danantara Dony Oskaria.

"Iya, kemungkinan, ini sedang kita... insyaallah mudah-mudahan sebentar lagi selesai, kita pikirin satu-satu kan. Ada beberapa skema tentunya, nanti saya akan update karena kalau sekarang belum final kita update nanti takut ramai lagi," ujar Dony di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

Dony menambahkan bahwa pemerintah menargetkan semua opsi penyelesaian masalah Kereta Cepat selesai dibahas dalam waktu maksimal dua bulan sejak April 2026. Termasuk opsi pengambilalihan KCIC oleh Kemenkeu.

"Masih ada beberapa opsi pokoknya. Semua penyelesaian itu, jadi apakah opsi A, Opsi B, tapi 1-2 bulan ini akan selesai," sebut Dony.

Saat ini, konsorsium empat BUMN Indonesia, yaitu PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), memegang 60% saham PT KCIC, sementara 40% sisanya dimiliki konsorsium perusahaan China.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed