Ketua Paguyuban Pekerja UI Ungkap Dosen Bekerja Lebih dari Delapan Jam Sehari

Smallest Font
Largest Font

Ketua Paguyuban Pekerja UI, Irwansyah, mengungkapkan bahwa dosen bisa bekerja lebih dari delapan jam sehari, mencakup tugas sebelum dan sesudah mengajar, serta berbagai fungsi lain yang memakan waktu lama.

Menurut Irwansyah, dosen harus mempersiapkan bahan ajar sebelum kelas dan memberikan penilaian setelah ujian. Selain mengajar dan mendidik, dosen juga wajib melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.

"Itu kan waktu kerjanya bahkan lebih dari 8 jam sehari," ujar Irwansyah, dilansir dari Detikcom.

Irwansyah menilai jam kerja dosen yang panjang tidak diimbangi dengan upah yang layak, bahkan sering kali lebih rendah dibandingkan upah minimum pekerja lain yang mungkin memiliki jam kerja lebih pendek.

"Dia bahkan tidak lebih besar dari upah minimum pekerja kebanyakan, yang mungkin proses kerjanya nggak sepanjang dosen, itu kan satu hal yang membuat miris sebetulnya. Karena artinya waktu yang digunakan itu banyak yang nggak dihitung," ujar Irwansyah.

Menurutnya, jam kerja tinggi dosen sering dianggap sebagai pengabdian atau sumbangan, padahal hal tersebut dapat memengaruhi daya tahan mereka terutama dengan jumlah mahasiswa yang semakin bertambah.

"Padahal semakin lama, makin banyak dosen mahasiswa yang ditambahkan. Dia mungkin akan punya dampak. Kalau upahnya dia nggak layak, kemampuannya dia untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada murid yang semakin bertambah itu mungkin berkurang. Belum lagi ada pekerjaan-pekerjaan yang sifatnya administratif," tuturnya.

Irwansyah juga menyoroti masalah pendanaan riset mandiri dosen yang sering kali tidak mendapatkan hibah, terutama di bidang sosial dan bahasa yang peluangnya lebih kecil dibandingkan bidang sains dan teknologi.

"Kalau riset-riset mandiri, nggak dapat," ujarnya.

Untuk mencapai jenjang guru besar, dosen harus mengumpulkan angka kredit dan menghasilkan riset internasional, namun biaya tersebut tidak ditanggung oleh universitas.

"Itu semua keluar biaya yang seringkali nggak ditanggung, memang tidak ditanggung oleh universitas," ujar Irwansyah.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed