Komedian Narji Resmi Pindah dari PKS ke PSI

Smallest Font
Largest Font

Komedian sekaligus politikus Sunarji alias Narji resmi meninggalkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melalui proses penjaketan simbolis di Banten pada Minggu, 5 Juli 2026.

Keputusan perpindahan partai politik ini diambil oleh mantan calon anggota legislatif PKS pada Pemilu 2024 tersebut setelah melalui pertimbangan mendalam dan diskusi bersama keluarganya.

"Saya ingin mengabdikan diri secara lebih luas dalam membantu masyarakat dan saya merasa visi misi PSI cocok dengan saya," kata Narji saat dikonfirmasi Liputan6.com pada Rabu, 8 Juli 2026.

Narji menilai keselarasan visi, misi, dan program kemasyarakatan menjadi faktor penting dalam menentukan pelabuhan politik barunya agar dapat memberikan kontribusi nyata.

"Sesuai dengan hati nurani dan program kemasyarakatan, itu sudah cukup," ujar Narji.

Pihak keluarga dan istri Narji juga telah memberikan restu penuh terhadap langkah politik baru yang diambil oleh sang komedian.

"Alhamdulillah mereka merestui," ucap Narji.

Meskipun enggan merinci pihak yang mengajaknya bergabung, Narji menyatakan kesiapannya untuk mengemban amanah serta membuka peluang kembali bertarung pada Pemilu 2029.

"Insya Allah iya," ujarnya singkat saat ditanya terkait peran di PSI.

Narji menambahkan bahwa dirinya siap ditempatkan di daerah pemilihan mana saja demi memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

"Insha Allah yang terbaik," kata Narji.

Melalui keputusannya ini, Narji juga memohon dukungan dari para simpatisan yang selama ini mengikuti perjalanan politiknya.

"Saya mohon doa restu agar diberikan kesempatan untuk bersama-sama kita membangun bangsa dan membantu masyarakat lebih baik lagi," kata Narji.

Bergabungnya Narji disambut baik oleh internal PSI yang melihat kehadiran sang figur publik sebagai energi baru untuk memperkuat pemenangan partai.

"Hari minggu kemarin, jadi saya diinfo dari kawan-kawan Provinsi, DPW Banten, bahwa mereka gelar acara sunatan massal, sekaligus kesempatan yang sama ada penjaketan saudara Narji bergabung dengan PSI di Banten," kata Ketua Bidang Politik DPP PSI Bestari Barus kepada Kompas.com.

Bestari memandang perpindahan partai merupakan hak privat setiap warga negara dan menyerahkan alasan sepenuhnya kepada Narji.

"Iya (gabung PSI). Hari Minggu kemarin tuh, tanggal 5 itu kan ada acara sunatan massal yang digelar oleh DPW Banten tuh, PSI Banten. Nah, pada kesempatan yang sama kemudian ada kehadiran dari Bung Narji, dan menyatakan bergabung dan kemudian ada penjaketan simbolis yang dilakukan di sana," kata Bestari kepada wartawan Detikcom.

Terkait posisi strategis di internal partai, PSI masih membahas mengenai delegasi tugas formal untuk kader barunya tersebut.

"Ya, saya kira sebetulnya berada atau tidak berada di satu partai politik itu kan murni hak privat. Apalagi kalau kemudian bergabung dengan partai politik yang bersesuaian dengan diri kita pun itu hak privat," ujar Bestari.

PSI memproyeksikan kehadiran Narji dapat mendongkrak perolehan suara partai, khususnya di wilayah Banten untuk menghadapi Pemilu 2029.

"Jadi, tentu Narji punya alasannya sendiri. Silakan ditanyakan kepada Narji, dan kami sangat senang dengan bergabungnya Narji berarti semakin memperkuat barisan-barisan pemenangan kita ke depan untuk 2029 PSI. Saya kira itu aja," tambah Bestari.

Mengenai struktur kepengurusan ke depan, Bestari meminta publik menunggu penugasan resmi dari partai yang dipimpin Kaesang Pangarep tersebut.

"Ya, mudah-mudahan nanti ada tanggung jawab yang akan didelegasikan kepada Bung Narji, pada waktunya ya. Pada waktunya tentu semua kader itu akan mendapatkan penugasan. Pada hari ini kan baru, baru masuk. Ya kita tunggu sebentar lah," ungkap Bestari.

Di sisi lain, jajaran pengurus PKS menyatakan menghormati dinamika politik tersebut dan mengapresiasi kontribusi yang pernah diberikan Narji sejak bergabung pada Desember 2021.

"Keputusan Bang Narji merupakan keputusan pribadi yang kami hormati. Dalam kehidupan demokrasi, setiap orang memiliki hak untuk menentukan pilihan politiknya," ujar Ketua DPP PKS Bidang Komunikasi dan Digital Ahmad Mabruri dalam keterangan tertulisnya.

PKS menyampaikan ucapan terima kasih atas kebersamaan Narji selama ini dan mendoakan kelancaran karier politiknya di tempat yang baru.

"Atas nama keluarga besar PKS, kami mengucapkan terima kasih kepada Bang Narji atas dedikasi, kebersamaan, serta kontribusi yang telah diberikan selama bersama PKS. Kami menghargai setiap ikhtiar dan pengabdian yang telah dilakukan," katanya.

Mabruri menegaskan bahwa hubungan silaturahmi antarpolitisi harus tetap terjaga dengan baik demi kepentingan pembangunan bangsa.

"Kami mendoakan semoga Bang Narji senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran, dan kesuksesan dalam menjalankan pengabdiannya. Perbedaan pilihan politik tidak boleh memutus tali silaturahmi maupun semangat untuk bersama-sama membangun bangsa," lanjut Mabruri.

Mabruri menekankan bahwa PKS tetap konsisten pada komitmen pelayanan masyarakat serta kedewasaan berpolitik pasca-kepindahan kadernya.

"PKS akan terus fokus melayani masyarakat dan memperjuangkan kepentingan rakyat. Kami juga menjaga hubungan baik dengan semua pihak, termasuk para sahabat yang memilih jalan pengabdian politik yang berbeda," tutup Mabruri.

Sementara itu, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengaku baru mengetahui kabar kepindahan tersebut melalui pemberitaan media dan belum melakukan konfirmasi langsung.

"Dapat berita ini (kepindahan Narji) dan belum sempat konfirmasi," kata Mardani kepada Kompas.com.

Meskipun demikian, Mardani memberikan kesaksian positif mengenai kepribadian Narji beserta istrinya selama berinteraksi di kepengurusan partai.

"Buat saya, hati dan akhlaq beliau tetap orang baik di mana pun berada, Mendoakan yang terbaik untuk Bang Narji dan keluarga," ucap Mardani.

Mardani menambahkan bahwa komunikasi yang dibangun selama ini selalu berlangsung hangat dan ia sangat menghargai kontribusi sang komedian selama di PKS.

"Saya baru dapat berita ini dan belum sempat konfirmasi. Tapi saya bersaksi Bang Narji dan istri orang baik di mana pun berada," ujar Mardani kepada Warta Ekonomi.

Mardani juga menekankan pentingnya menjaga hubungan baik secara kekeluargaan di luar ranah kepartaian.

"Hubungan saya dan istri dengan Bang Narji dan istri beliau tidak dekat sangat, tapi hangat. Banyak kontribusi beliau untuk PKS. Dan buat saya, hati dan akhlak beliau tetap orang baik di mana pun berada," tutur Mardani.

Sebagai penutup tanggapannya, anggota legislatif PKS ini mengirimkan doa bagi masa depan keluarga besar Narji di partai barunya.

"Mendoakan yang terbaik untuk Bang Narji dan keluarga," pungkas Mardani.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed