Korban Banjir Bandang Nepal Tembus 500 Jiwa
Upaya evakuasi terus dilakukan di wilayah perbatasan Nepal dan Tiongkok setelah banjir bandang hebat menewaskan lebih dari 500 orang dan menyebabkan sekitar 2.500 warga lainnya hilang, menurut otoritas setempat pada Jumat, 28 Agustus 2026.
Badan penanggulangan bencana Nepal mengonfirmasi 579 korban tewas dan 1.924 orang hilang, termasuk 517 warga negara asing. Sementara itu, pihak kepolisian Nepal mencatat 547 kematian serta 1.473 korban luka akibat kerusakan infrastruktur dan jaringan komunikasi yang meluas.
Dua warga negara Amerika Serikat yang selamat dari bencana menceritakan detik-detik saat air bah datang secara mendadak sebelum akhirnya dievakuasi oleh militer Nepal.
"Itu sangat, sangat sulit untuk didaki," kata Anjana Raja, korban selamat berusia 52 tahun.
Jalur penyelamatan menuju kamp tentara di puncak gunung dipenuhi rintangan berbatu dan licin, hingga ia sempat terjatuh beberapa kali di sepanjang jalan narrow tersebut.
"Saya berpikir 'sudahlah, saya akan mati'," kata Anjana Raja.
Para penyintas terpaksa berlindung di dalam kandang kambing yang sempit saat hujan deras mengguyur sepanjang malam tanpa ruang untuk berbaring.
"Yang bisa saya pikirkan hanyalah orang-orang yang telah hilang," kata Pattabiraman Venkatesan, suami dari Raja.
Ia terus terbayang betapa besarnya skala bencana yang terjadi serta bagaimana mereka berdua berhasil lolos dari maut.
"Semua yang saya pikirkan adalah seberapa besar kejadian ini dan bagaimana kami berhasil selamat," kata Pattabiraman Venkatesan.
Proses evakuasi udara menggunakan helikopter kemudian dilakukan oleh militer untuk memindahkan para korban yang bertahan di area tinggi.
"Tentara melakukan pekerjaan yang luar biasa," kata Anjana Raja.
Mereka memuji respons cepat serta kerja keras tim penyelamat dalam mengamankan para penyintas dari zona bahaya.
"Mereka benar-benar luar biasa," kata Anjana Raja.
Di Tiongkok, stasiun televisi CCTV melaporkan lima orang tewas dan 558 warga hilang di wilayah Tibet hingga Jumat sore. Departemen Duta Besar AS mengonfirmasi sekitar 90 warganya masih belum ditemukan, sementara lima lainnya telah dievakuasi dengan selamat.
"Dia adalah pemain spesial," kata Tuchel.
Pemerintah AS menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai 500.000 dolar AS dalam bentuk bahan pangan dan perlengkapan darurat. Inggris dan Uni Eropa juga menjanjikan bantuan masing-masing sebesar 6,8 juta dolar AS dan 2,3 juta dolar AS untuk mendukung penanganan bencana.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow