KPK Ungkap Dugaan Jual Beli Kuota Dokter Unsoed
Komisi Pemberantasan Korupsi menduga Rektor Universitas Jenderal Soedirman Akhmad Sodiq menyiapkan 75 kursi jalur seleksi mandiri Fakultas Kedokteran bagi calon mahasiswa yang menyetor sejumlah uang pada Jumat, 21 Agustus 2026, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Plt Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi Achmad Taufik Husein menjelaskan bahwa sebagian dari total 245 kuota jalur mandiri tersebut sengaja dialokasikan khusus untuk peserta yang bersedia membayar.
"Dari sekitar kuota 245 mahasiswa untuk jalur mandiri itu, sudah disetting oleh tersangka ini sebanyak 73 mahasiswa yang nanti akan dikelola untuk bisa di kuota untuk yang dimintakan sejumlah uang," kata Taufik.
Pihak penyidik menemukan skema pembagian kuota tersebut dalam barang bukti dokumen yang disita saat operasi tangkap tangan.
"Jadi ada itung-itungannya yang kami sebutkan, yang kami temukan di dokumen-dokumen. Nanti itu tentunya akan didalami lebih lanjut seperti apa itung-itungannya tadi," ujarnya.
Dugaan praktik patgulipat ini juga melibatkan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unsoed Norman Arie Prayogo yang memerintahkan dua pihak swasta, Dian Mulia Wardhana dan Adhi Wiharto, untuk mematok tarif Rp 650 juta per calon mahasiswa pada Agustus 2026.
"Keduanya selaku pihak swasta, diduga meminta uang kepada orang tua calon mahasiswa baru di Fakultas Kedokteran senilai Rp650 juta," ujar Taufik.
Meskipun orang tua telah menyerahkan uang tersebut, sejumlah calon mahasiswa tetap dinyatakan tidak lolos seleksi. Dana pemerasan itu tidak dapat dikembalikan karena telah digunakan oleh para perantara untuk kepentingan pribadi.
Tarif pemerasan senilai Rp 650 juta tersebut mencapai lebih dari dua kali lipat dibandingkan aturan resmi Uang Kuliah Tunggal dan Iuran Pengembangan Institusi tertinggi di FK Unsoed yang hanya sebesar Rp 260 juta.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow