Krisis Air Bersih Hantam Gili Trawangan Ratusan Wisatawan Kabur
Krisis air bersih melanda destinasi wisata Gili Trawangan di Lombok, Nusa Tenggara Barat, sejak Jumat (4/9/2026) hingga menyebabkan sedikitnya 315 wisatawan memilih meninggalkan pulau lebih awal di tengah puncak musim kunjungan.
Masalah gangguan distribusi air bersih ini terjadi setelah Kementerian Kelautan dan Perikanan menghentikan suplai air dari PT Tiara Cipta Nirwana (TCN) dan PDAM Amerta Dayan Gunung pada Kamis (3/9/2026), sebagaimana dilansir dari Detik Travel.
Ketua Asosiasi Hotel Gili Trawangan, Lalu Kusnawan, menjelaskan bahwa krisis ini memaksa para pengusaha akomodasi melakukan tindakan darurat demi melayani para tamu.
"Terpaksa sedot air kolam dan lain-lain. Sementara industri saat ini pontang-panting menjaga tamu supaya tetap stay dengan pelayanan prima," ujar Kusnawan.
Pengosongan kamar diperkirakan terus berlanjut seiring banyaknya pengajuan refund dari calon pengunjung lain. Kusnawan pun mendesak respons cepat dari pihak berwenang untuk menangani masalah dasar tersebut.
"Pemerintah harus gerak cepat. Tidak boleh zero service kalau masalah yang mendasar seperti kebutuhan air ini," ujar Kusnawan.
Langkah penanganan darurat kini mulai disiapkan pemerintah daerah untuk memulihkan alir air di kawasan wisata tersebut. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengupayakan izin khusus agar pasokan air bersih dapat kembali beroperasi sementara waktu.
"Intinya bahwa, perlu diberikan diskresi ke perusahaan enam bulan. Jadi ini belum selesai karena ada isu pidananya. Jadi kami minta dulu dibuka," ujar Iqbal.
Iqbal menargetkan ketersediaan air bersih di Gili Trawangan dapat pulih dalam satu hingga dua hari ke depan melalui koordinasi intensif bersama pemerintah pusat.
"Kami terus berkoordinasi intensif dengan pemerintah pusat. Kami juga berkoordinasi untuk menyelesaikan persoalan regulasi dan hukum yang menjadi akar masalah terhentinya jaringan air bersih ini," ujar Iqbal.
Proses hukum dan kendala regulasi lingkungan diakui menjadi penyebab utama berhentinya operasional suplai air di kawasan tiga Gili.
"Saya sudah berbicara langsung dengan Pak Menteri Lingkungan Hidup untuk menjelaskan situasi kedaruratan ini. Suplai air harus tetap berjalan karena menyangkut kehidupan masyarakat, pelayanan publik, dan keberlangsungan sektor pariwisata," kata Iqbal.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow