Pemkab Lombok Utara Terbitkan Diskresi Salurkan Air Gili Trawangan

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah Kabupaten Lombok Utara bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat memberlakukan kebijakan diskresi selama enam bulan agar PT Tiara Cipta Nirwana kembali mengalirkan pasokan air bersih untuk mengatasi krisis di Gili Trawangan.

Langkah darurat tersebut diambil usai penutupan aliran air milik PT Tiara Cipta Nirwana (TCN) pada Kamis malam (4/9), sebagaimana dilansir dari Detik Travel. Penutupan itu memicu kelangkaan air bersih yang berdampak langsung pada masyarakat serta ribuan pelaku usaha pariwisata di kawasan destinasi wisata unggulan tersebut.

Bupati Lombok Utara Najmul menegaskan bahwa pengaktifan kembali operasional perusahaan menjadi satu-satunya solusi cepat untuk menanggulangi ancaman krisis di lapangan saat ini.

"Kami minta keran airnya dibuka sembari PT TCN mendapat perizinan dari pusat. Jadi tidak ada opsi lain. Ini kan harus cepat," kata Najmul, Bupati Lombok Utara.

Penggantian skema atau pengalihan penyedia layanan air bersih dinilai memerlukan proses birokrasi yang memakan waktu cukup panjang, sementara kebutuhan warga tidak dapat ditunda.

"Sedangkan masyarakat membutuhkan penanganan cepat. Ini yang harus kita cari langkah cepat," ujar Najmul, Bupati Lombok Utara.

Mengenai status legalitas operasional, Pemkab Lombok Utara meluruskan bahwa PT TCN tidak sedang menghadapi jeratan kasus hukum, melainkan dalam tahap penyesuaian kelengkapan perizinan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

"Jadi hanya KKP meminta PT TCN memperbaiki sistem operasionalnya," ujar Najmul, Bupati Lombok Utara.

Proses administrasi yang belum tuntas di KKP serta Kementerian Lingkungan Hidup sempat membuat pihak perusahaan enggan beroperasi karena khawatir akan penolakan dari warga atau permasalahan hukum di kemudian hari.

"Jadi ada beberapa item terkait perjanjian saja yang belum disetujui. Kami target diskresi ini diberikan berlaku selama 6 bulan sembari menyelesaikan perizinan. Kita akan kawal," kata Najmul, Bupati Lombok Utara.

Pemerintah daerah mengimbau PT TCN untuk segera mengalirkan air dan memastikan proses perizinan tetap berjalan paralel sesuai ketentuan undang-undang.

"Ini merupakan kepentingan dasar masyarakat kami minta PT TCN membuka kerannya," kata Najmul, Bupati Lombok Utara.

Dampak dari kelangkaan air ini dilaporkan telah mengganggu layanan penginapan di tengah puncak musim kunjungan wisatawan. Sebanyak 315 wisatawan mancanegara tercatat meninggalkan lokasi, sementara sejumlah pengelola hotel terpaksa menyedot air kolam renang serta mendatangkan pasokan air dari luar pulau.

Ketua DPD Indonesian Hotel General Manager Association NTB sekaligus Ketua Asosiasi Hotel Gili Trawangan Lalu Kusnawan mengonfirmasi perjuangan para pengusaha hotel dalam menyikapi situasi krusial ini.

"Kita beli air dari pinggir, terpaksa sedot air kolam dan lain-lain. Sementara industri saat ini pontang-panting menjaga tamu supaya tetap stay dengan pelayanan prima," kata Lalu Kusnawan, Ketua DPD IHGMA NTB.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed